Esai

Digitalisasi dalam Kehidupan Saat ini dan Masa Depan

Oleh: Sjamsul Bahri, Alumni S3-IPB (1987), Purnabakti Prof. Riset Kemtan (2017)

Klasifikasi/Pengelompokan IPTEK

Disiplin ilmu dalam IPTEK secara garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok Ilmu, sbb:

  • Ilmu Alam (Natural Sciences): Secara umum ilmu alam ini meliputi: (a) Fisika, yaitu Studi tentang materi, energi, dan hubungan antara keduanya; (b) Kimia, yaitu studi tentang sifat, struktur, komposisi, dan perubahan materi; (c) Biologi, yaitu Ilmu yang mempelajari organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, dan distribusinya.
  • Ilmu Sosial (Social Sciences): Kelompok ilmu sosial ini meliputi; (a) Sosiologi, yaitu Analisis tentang masyarakat dan perilaku manusia dalam konteks sosial; (b) Psikologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pikiran, perasaan, dan perilaku manusia; (c) Ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang alokasi sumber daya dan perilaku ekonomi manusia; (d) Antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang manusia, budaya, dan masyarakat.
  • Teknologi: Ini meliputi; (a) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yaitu yaitu teknologi yang mempelajari tentang pengembangan dan penerapan sistem komputer dan komunikasi; (b) Teknik: Yaitu yang mencakup desain, konstruksi, dan penggunaan alat atau sistem mekanis, elektronik, atau perangkat keras lainnya; (c) Teknologi Kesehatan: Yaitu yang mencakup pengembangan peralatan dan teknik untuk perawatan kesehatan dan medis; (d) Teknologi Energi: Yaitu yang mencakup pengembangan sumber daya energi baru dan cara-cara untuk menghasilkan, menyimpan, dan menggunakan energi dengan lebih efisien.
  • Ilmu Humaniora (Humanities): ini meliputi; (a) Sejarah: Studi tentang masa lalu manusia dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah; (b) Bahasa dan Sastra, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bahasa, sastra, dan karya sastra manusia; (c) Filosofi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna, nilai, dan tujuan kehidupan dan pengetahuan.

Pembagian disiplin ilmu ini  tidak bersifat kaku dan ada banyak subdisiplin di setiap bidangnya. Selain itu, ada juga bidang interdisipliner yang terus berkembang di mana berbagai bidang ilmu bekerja bersama untuk memecahkan masalah kompleks.

Berdasarkan ketentuan yang ada, standar internasional mengenai klasifikasi atau pengelompokkan ilmu pengetahuan dan teknologi,  telah diatur bahwa salah satu standar yang populer adalah yang digunakan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Dalam hal ini UNESCO menggunakan klasifikasi yang disebut “International Standard Classification of Education” (ISCED) untuk mengklasifikasikan bidang ilmu dan teknologi. Berikut adalah klasifikasi umum menurut ISCED:

  • Ilmu Alam dan Matematika (ISCED 1): Yang termasuk dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi ini adalah: Matematika, Statistika, Fisika, Kimia, Ilmu Bumi dan Lingkungan, Biologi, Astronomi.
  • Teknologi (ISCED 2): Yang termasuk dalam kelompok Ini meliputi Ilmu Komputer, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
  • Ilmu Sosial (ISCED 3): Kelompok ini meliputi; Ekonomi, Ilmu Politik, Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Geografi, Sejarah dan Studi Budaya.
  • Humaniora (ISCED 4): Kelompok Humoniora ini meliputi; Filosofi, Bahasa dan Sastra, Seni Rupa dan Kesenian, Arkeologi, Studi Agama dan Studi Klasik.
  • Kesehatan dan Kedokteran (ISCED 5): Kelompok ini meliputi; Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kedokteran Gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan. Menurut berbagai sumber, bahwa Kedokteran Hewan juga termasuk dalam kelompok Kesehatan dan Kedokteran.
  • Ilmu Pertanian dan Kehutanan (ISCED 6): Kelompok ini meliputi; Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Agronomi, Konservasi tanah dan air.
  • Ilmu Pendidikan (ISCED 7-8): Ini meliputi; Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Khusus, Pendidikan Dewasa.

Klasifikasi ini membantu dalam memahami keragaman disiplin ilmu dan teknologi serta memfasilitasi komunikasi dan kerja sama di antara institusi dan profesional di seluruh dunia. Namun, perlu diingat bahwa klasifikasi ini dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan kebutuhan masing-masing negara atau organisasi.  Sebagai contoh pada kelompok Teknologi (ISCED 2), yang antara lain meliputi Ilmu Komputer, Teknik Elektro dan Elektronika, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki cabang subdisiplin ilmu dan teknologi yang terus berkembang yang terkait dengan teknologi digital dan proses digitalisasi yang sangat luas. Oleh karena itu teknologi digital  mencakup berbagai disiplin ilmu atau multidisiplin ilmu yang saling terkait, sehingga cukup mendominasi dalam kehidupan saat ini maupun mendatang.

Teknologi Digital dan Digitalisasi

Saat ini teknologi digital dan digitalisasi telah digunakan secara luas dalam cara berkomunikasi, mengakses informasi dengan mudah, trnasformasi bisnis dan keuangan, berbelanja online,  akses transportasi, otomatisasi, perubahan pekerjaan dan pola kerja, akses di bidang kesehatan, hiburan, perubahan budaya dan seni, serta diberbagai bidang lainnya.  Semua aktivitas menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien, lebih efektif, lebih akurat sehingga digitalisasi saat ini menjadi pendorong kemajuan disegala bidang bagi negara-negara yang telah masif menerapkan digitalisasi. Walaupun ada resiko terhadap pencurian data, phising, serangan siber maupun peretasan tetapi masih dapat dikendalikan dan menjadi tantangan untuk terus melakukan pencegahannya.

Tulisan Bagian ke-2 ini menjelaskan tentang sejarah perkembangan digitalisasi yang dimulai pada abad ke-17 dan secara signifikan perkembangannya mulai meningkat drastis pada tahun 1950-an sampai dengan tahun 2020-an (11).  Teknologi digital mengacu pada penggunaan teknologi untuk memproses, menyimpan, dan mentransmisikan data dalam format digital. Ini mencakup berbagai teknologi yang digunakan untuk menghasilkan, mengakses, dan memanipulasi informasi dalam bentuk digital, termasuk perangkat komputer, internet, perangkat mobile, dan teknologi lainnya.

Menurut Wikipedia (1) bahwa Revolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah populer  sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi ini pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an atau generasi X. Analog dengan revolusi pertanian, atau revolusi Industri, maka pada revolusi digital merupakan awal era Informasi.

Digital sendiri adalah istilah yang merujuk pada representasi data dalam bentuk diskrit, terutama menggunakan kombinasi bilangan biner yang terdiri dari angka 0 dan 1. Sebagaimana yang termaktub dalam konteks teknologi, bahwa digital mencakup penggunaan sistem bilangan biner untuk merepresentasikan data, yang mana kemudian dapat diolah oleh komputer dan perangkat digital lainnya.

Jadi, digital termasuk dalam kategori teknologi. Dalam hal ini teknologi digital adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan teknologi untuk mengelola informasi dalam bentuk digital. Ini termasuk pengembangan dan penerapan perangkat keras dan perangkat lunak, infrastruktur jaringan, dan segala hal terkait yang memungkinkan proses digitalisasi.

Sejarah Teknologi Digital dan Komputasi

Secara ringkas berdasarkan kemajuan yang relatif baru dapat dikemukakan bahwa era digitalisasi dimulai pada pertengahan abad ke-20, bersamaan dengan perkembangan komputer dan teknologi informasi. Walaupun sebenarnya berdasarkan informasi yang lebih tua, bahwa cikal bakal digitalisasi sudah dimulai pada pertengahan abad ke-17 ketika sistem biner pertama diperkenalkan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada tahun 1679/1670 (2), seorang filsafat dan matematikawan dan akhli kalkulus yang berasal dari Jerman. Sekitar tahun 1670, Leibniz menemukan sistem bilangan biner yang kelak dapat digunakan sebagai fungsi dan operasi komputer. Padahal saat itu komputer pun belum pernah ditemukan sebelumnya.

Kemudian pada tahun 1847 George Boole memperkenalkan Aljabar  Boolean (3) yaitu struktur aljabar yang “mencakup intisari” operasi logika. Boolean adalah suatu tipe data yang hanya mempunyai dua nilai, yaitu benar atau salah. Pada beberapa bahasa pemograman direpresentasikan dengan bit (digit biner) dimana nilai benar bisa digantikan 1 dan nilai salah digantikan 0.

Selanjutnya Claude Shannon pada tahun 1938 (4) mempelajari hukum aljabar Boolean dan menerapkannya untuk menunjukkan bagaimana sirkuit digital dapat dibuat dan digunakan dalam industri telekomunikasi. Sementara itu pada tahun 1937, Alec Reeves mengemukakan ide Pulse Code Modulation (PCM) terkait penelitiannya tentang bahasa biner dan cara mendigitalkannya. Alec Reeves, juga bekerja di bidang telepon, bergulat dengan masalah sifat aditif kebisingan ketika sinyal mengalami beberapa penguatan sepanjang saluran jarak jauh. Dari hasil temuannya Alec Reeves menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk mengatasi masalah kebisingan pada telepon jarak jauh adalah dengan mengirimkan versi digital dari sinyal suara analog (5).

Namun, untuk meringkas sejarah digitalisasi dapat dipersingkat dengan dimulai pada sekitar abad pertengan 1940-an dimana terdapat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah digital yang dapat dianggap sebagai tonggak dalam perkembangan teknologi digital, yaitu sebagai berikut:

  • Pada sekitar tahun 1940-an John Vincent Atanasoff seorang fisikawan Amerika dikenal dengan temuannya tentang komputer digital elektronik pertama, yang dinamakan “Atanasoff-Berry Computer”atau dikenal sebagai ABC hasil kerjasamanya dengan Clifford Berry pada tahun 1939-1942 (6). Clifford Berry adalah mahasiswanya di Iowa State College, yang sekarang dikenal sebagai Iowa State University.
  • Era komputer ini semakin dikenal setelah penemuan komputer elektronik pertama ABC, yang dilanjutkan dengan EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) yang merupakan salah satu komputer digital paling awal yang dikembangkan oleh John von Neumann pada tahun 1945 (7).  John Van Neumann adalah seorang ahli matematika yang merupakan konsultan pembuatan ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer), ia mencoba memperbaiki kelemahan ENIAC dengan rancangan komputer barunya, bernama EDVAC (Electronic Discrete Variable Computer) dengan konsep program tersimpan (stored program concept). Tahun 1946 komputer dengan konsep program tersimpan dipublikasikasikan, yang kemudian di kenal dengan Komputer IAS (Computer of Institute for Advanced Studies).   Kemudian General Electric pada tahun 1954 secara resmi meluncurkan  komputer UNIVAC 1 (Universal Automatic Computer) yang pertama.  Perkembangan awal komputer ini semakin dirasakan mempercepat kemampuan pemrosesan data;
  • Kemudian sistem digital semakin berkembang diawali dengan perkembangan internet pada tahun 1960-an dengan proyek-proyek seperti ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) di Amerika Serikat. APARNET adalah milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang mendanai program riset tersebut untuk membuat jaringan komputer dari lembaga penelitian yang terhubung dengan Pentagon (8).  Projek APARNET ini adalah cikal bakalnya dari Internet yang merupakan salah satu langkah awal menuju jaringan komputer global yang kita kenal sekarang;
  • Pada tahun 1970-an dan 1980-an, dikenal sebagai era yang ditandai dengan penemuan mikroprosesor, yang memungkinkan komputer untuk menjadi lebih kecil, lebih murah, dan lebih mudah diakses oleh individu. Era ini disertai dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak yang mempercepat pertumbuhan industri teknologi informasi;
  • Pada tahun 1990-an dimulailah Era internet publik, dengan munculnya World Wide Web pada tahun 1989 yang diciptakan oleh Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan Inggris. Web awalnya disusun dan dikembangkan untuk memenuhi permintaan pertukaran informasi otomatis antara ilmuwan di universitas dan institut di seluruh dunia (9). Ide dasar WWW adalah menggabungkan teknologi komputer, jaringan data, dan hypertext yang terus berkembang menjadi sistem informasi global yang kuat dan mudah digunakan. Ini membuka pintu bagi pertumbuhan pesat internet dan e-commerce;
  • Pada tahun 2000-an dan seterusnya, Era digital terus berkembang pesat, dengan munculnya media sosial, komputasi awan, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI). Google Search atau Google penelusuran merupakan pencarian web yang dimiliki oleh Google Inc. Google Search dikembangkan pada tahun 1997 oleh Larry Page dan Sergey Brin. Dan pada tahun 2007 perusahaan ini menjadi mesin pencarian yang paling sering digunakan oleh seluruh penjuru dunia (10). Selanjutnya Google bekerja sama dengan beberapa institusi untuk menciptakan pusat informasi standar, yang menjadi platform Google.
  • Pada tahun 2008/2009 Bitcoin diperkenalkan sebagai mata uang digital, terdesentralisasi, dan non-tunai. Bitcoin (BTC) masih sangat muda karena baru diluncurkan pada 2009. Namun sejak itu, harga Bitcoin mengalami peningkatan yang pesat, meningkat dari sepersekian sen ke level tertinggi sepanjang masa hampir Rp1,05 miliar pada November 2021. Semua ini telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, dan dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan secara keseluruhan;
  • Menurut berbagai sumber, bahwa pada Januari 2024, terdapat 5,35 miliar pengguna internet di seluruh dunia, atau setara dengan 66,2 persen populasi global. Sedangkan jumlah pengguna media sosial di dunia mencapai 5,04 miliar orang pada Januari 2024. Ini berarti sebanyak 62,3% dari populasi dunia telah menggunakan media sosial.

Dengan demikian era digitalisasi dapat dilihat sebagai fenomena yang berkembang secara bertahap sepanjang abad ke-20 dan ke-21, beberapa titik kunci dalam sejarah teknologi telah memainkan peran penting dalam membentuk dunia digital yang kita kenal hari ini.  Oleh karena itu digitalisasi saat ini sudah menjadi suatu bagian dari kehidupan aktivitas masyarakat dunia, sehingga semua orang yang hidup diera digital ini mau tidak mau, suka tidak suka harus mempelajari dan melibatkan diri dengan teknologi tersebut.  Jika tidak, akan terjadi kesenjangan dalam mengikuti perkembangan disegala bidang dan kehidupan saat ini dan mendatang.

Teknologi Digital dan Digitalisasi  Melibatkan Multidisiplin Ilmu

Sesungguhnya teknologi digital ini tidak berdiri sendiri tetapi terkait dengan berbagai bidang ilmu lainnya yang cukup banyak. Teknologi digital memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan berbagai bidang ilmu. Beberapa bidang ilmu yang terkait dengan teknologi digital antara lain:

  • Ilmu Komputer: Ilmu Komputer adalah bidang yang secara langsung terkait dengan pengembangan dan pemahaman teknologi digital. Ia memainkan peranan penting dalam pengolahan data, termasuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, analisis dan visualisasi data. Oleh karena itu Ilmu Komputer menjadi pilar utama dalam proses digitalisasi, memungkinkan perkembangan teknologi digital yang cepat dan inovasi yang terus berkembang. Ilmu komputer mencakup topik seperti pemrograman komputer, arsitektur komputer, jaringan komputer, kecerdasan buatan, dan lain sebagainya. Jadi Ilmu Komputer memiliki peranan krusial dalam teknologi digital dan proses digitalisasi, terutama dalam hal pengembangan perangkat lunak, pengolahan data, pembelajaran mesin dan AI, komputasi cloud, pengembangan algoritma dan struktur data, keamanan informasi dan dalam interaksi antara manusia dan komputer;
  • Teknik Elektro dan Elektronika: Teknologi digital memanfaatkan prinsip-prinsip elektronika dalam perancangan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak seperti mikrokontroler, perangkat elektronik lainnya, dan dalam desain, simulasi dan produksi sirkuit terpadu yang diperlukan untuk berbagai aplikasi digital. Teknik Elektro dan Elektronika memainkan peranan kunci dalam mengembangkan teknologi komunikasi dan jaringan yang mendukung infrastruktur digital, seperti jaringan komputer, internet, dan teknologi nirkabel. Teknik Elektro dan Elektronika terlibat dalam pengembangan sensor yang cerdas dan sistem kontrol yang terhubung secara digital. Dalam hal ini sensor digunakan untuk mengumpulkan data dari lingkungan fisik, sedangkan sistem kontrol digunakan untuk mengatur dan mengontrol berbagai proses secara otomatis. Teknik Elektro dan Elektronika juga membantu dalam pengembangan algoritma dan teknik pengolahan sinyal untuk mengubah data analog menjadi bentuk digital yang dapat diproses oleh komputer dan perangkat elektronik lainnya. Selain itu Teknik Elektro dan Elektronika juga terlibat dalam pengembangan teknologi keamanan digital, seperti enkripsi data, pengamanan jaringan, dan deteksi ancaman cyber.
  • Matematika: Ilmu Matematika memiliki peranan yang sangat penting dalam teknologi digital dan proses digitalisasi. Dalam hal ini, Matematika memainkan peran penting dalam analisis dan perancangan algoritma, serta dalam pemodelan dan simulasi sistem digital. Logika matematika digunakan untuk merancang algoritma yang efisien dan akurat. Bidang seperti teori bilangan, aljabar, analisis kombinatorial, dan teori graf sangat berkontribusi dalam pengembangan teknologi digital.  Konsep-konsep dalam teori informasi, seperti entropi, kompresi data, dan pengkodean, berasal dari ilmu Matematika. Ini membantu dalam pengembangan teknologi kompresi data, yang sangat penting dalam penyimpanan dan transmisi data digital.  Kriptografi, ilmu yang mempelajari teknik-teknik untuk mengamankan komunikasi, sangat bergantung pada Matematika. Konsep-konsep seperti operasi modulo, teori bilangan, dan fungsi hash digunakan untuk mengembangkan algoritma enkripsi yang kuat. Dalam proses digitalisasi, pemodelan matematika digunakan untuk merepresentasikan dan menganalisis berbagai fenomena dalam dunia nyata. Ini termasuk pemodelan fisika, ekonomi, biologi, dan lainnya, yang memungkinkan pengembangan simulasi dan prediksi yang akurat. Ilmu Matematika menyediakan metode dan teknik untuk melakukan analisis numerik, yang digunakan dalam pemrosesan data, simulasi, dan solusi permasalahan matematis yang kompleks.  Statistika merupakan cabang Matematika yang mempelajari pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Dalam konteks digitalisasi, statistika digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan data, memahami perilaku pengguna, dan mengoptimalkan proses bisnis.  Semua peran ini menunjukkan bahwa ilmu Matematika tidak hanya menjadi fondasi, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam perkembangan teknologi digital dan proses digitalisasi. Matematika memberikan alat dan teknik yang diperlukan untuk memahami, menganalisis, dan memanfaatkan data digital dengan efektif.
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Teknologi digital membentuk dasar dari infrastruktur TIK, termasuk internet, telepon seluler, komunikasi data, dan sistem komputer terdistribusi. Ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memegang peranan kunci dalam teknologi digital dan proses digitalisasi. TIK mencakup pengembangan dan pengelolaan infrastruktur teknologi, seperti jaringan komputer, sistem penyimpanan data, dan pusat data. Infrastruktur ini menjadi dasar bagi aplikasi dan layanan digital.  TIK juga memainkan peran penting dalam pengolahan data, termasuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, analisis, dan visualisasi data. Teknik-teknik seperti big data dan analisis data digunakan untuk mendapatkan wawasan berharga dari volume besar data yang dihasilkan oleh sistem digital.  TIK juga membantu dalam pengembangan teknologi komunikasi digital, seperti email, pesan instan, video konferensi, dan VoIP (Voice over Internet Protocol). Ini memungkinkan kolaborasi dan komunikasi yang efisien di antara individu dan organisasi di seluruh dunia. TIK juga bertanggung jawab untuk memastikan keamanan informasi dalam lingkungan digital.  TIK memfasilitasi transformasi pelayanan publik melalui e-government, yang memungkinkan warga untuk mengakses layanan pemerintah secara online. Ini termasuk pembayaran pajak online, pendaftaran kendaraan, dan aplikasi perizinan. TIK merupakan penggerak utama inovasi teknologi, dengan terus mengembangkan solusi-solusi baru untuk memenuhi kebutuhan digital yang berkembang. Ini termasuk pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan komputasi awan.
  • Ilmu Data dan Kecerdasan Buatan: Pengolahan data dan kecerdasan buatan sangat bergantung pada teknologi digital. Data besar (big data), pembelajaran mesin (machine learning), dan analisis prediktif adalah beberapa bidang di mana teknologi digital memainkan peran kunci. Ilmu Data memungkinkan organisasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Organisasi dapat memperoleh wawasan berharga tentang perilaku pengguna, tren pasar, dan pola yang mungkin terjadi di masa depan. Ilmu Data memungkinkan pengembangan model prediktif yang menggunakan algoritma machine learning dan teknik statistik untuk meramalkan hasil di masa depan berdasarkan data historis. Ini memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan memprediksi potensi masalah sebelum mereka terjadi. Ilmu Data membantu organisasi dalam mengoptimalkan proses bisnis mereka melalui analisis data yang mendalam. Dengan memahami data pelanggan dan tren pasar, organisasi dapat menggunakan ilmu data untuk mengidentifikasi peluang baru untuk produk dan layanan. Ini memungkinkan inovasi yang lebih cepat dan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan pasar. Ilmu Kecerdasan Buatan memungkinkan pengembangan sistem komputer yang dapat belajar dan beradaptasi dari data. Hal ini mencakup pembuatan chatbot yang cerdas, sistem pengenalan suara dan gambar, dan mobil otonom. Ilmu Kecerdasan Buatan memungkinkan komputer untuk memahami dan memproses bahasa manusia. Ini digunakan dalam aplikasi seperti pencarian web, penerjemahan bahasa, dan analisis sentimen.Ilmu Data dan Kecerdasan Buatan membantu dalam memproses dan menganalisis data yang dihasilkan oleh perangkat IoT. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan otomatis berdasarkan informasi dari sensor dan perangkat terhubung.
  • Rekayasa Perangkat Lunak: Pengembangan perangkat lunak memanfaatkan teknologi digital dalam prosesnya, termasuk dalam tahap perancangan, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan perangkat lunak. Rekayasa Perangkat Lunak bertanggung jawab untuk merancang, mengembangkan, dan menguji berbagai aplikasi perangkat lunak yang digunakan dalam berbagai konteks digital. Ini mencakup aplikasi desktop, web, mobile, dan perangkat lunak berbasis cloud. Rekayasa Perangkat Lunak juga memungkinkan pengembangan platform digital yang mendasari berbagai layanan dan aplikasi. Platform ini bisa berupa platform e-commerce, platform media sosial, atau platform layanan cloud. Setelah aplikasi atau sistem digital diimplementasikan, perlu dilakukan pemeliharaan dan perbaikan secara teratur. Rekayasa Perangkat Lunak memastikan bahwa perangkat lunak tetap berjalan dengan baik dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan. Rekayasa Perangkat Lunak memperhatikan aspek keamanan dalam pengembangan perangkat lunak. Rekayasa Perangkat Lunak mengelola semua tahapan dalam siklus hidup perangkat lunak, mulai dari analisis dan perancangan hingga pengujian dan penerapan. Rekayasa Perangkat Lunak memfasilitasi inovasi teknologi dengan mengembangkan solusi perangkat lunak baru dan meningkatkan yang sudah ada. Dengan demikian, Rekayasa Perangkat Lunak menjadi fondasi yang vital dalam teknologi digital dan proses digitalisasi.
  • Kriptografi: Dikenal juga sebagai ilmu tentang keamanan komunikasi, sering kali menggunakan prinsip-prinsip matematika dan teknologi digital untuk mengamankan data dan informasi yang dikirim melalui jaringan komputer. Salah satu peran utama kriptografi adalah untuk mengamankan komunikasi digital, baik melalui internet, jaringan komputer, maupun melalui berbagai aplikasi dan layanan digital. Dengan menggunakan teknik enkripsi, pesan-pesan yang dikirimkan antara pengguna dapat diacak sehingga hanya penerima yang sah yang dapat membacanya. Kriptografi membantu dalam melindungi data sensitif dari akses yang tidak sah. Dalam transaksi finansial digital, seperti transfer uang online atau pembelian melalui e-commerce, kriptografi digunakan untuk melindungi informasi keuangan pengguna, seperti nomor kartu kredit dan rincian transaksi. Kriptografi digunakan dalam pengelolaan identitas digital, seperti autentikasi dan otorisasi pengguna. Kriptografi juga berperan dalam menjaga privasi pengguna dalam lingkungan digital, keamanan perangkat seperti komputer, smartphone, dan IoT devices, dari serangan seperti pencurian data atau pengambilalihan kontrol. Keamanan Cloud computing dan keselamatan jaringan agar memastikan bahwa data tidak dimanipulasi atau dilihat oleh pihak yang tidak berwenang. Dengan demikian, kriptografi menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan informasi dan komunikasi dalam teknologi digital dan proses digitalisasi, membantu membangun kepercayaan dan memastikan perlindungan terhadap data dan sistem digital.
  • Desain Grafis dan Multimedia: Desain grafis dan multimedia memanfaatkan teknologi digital untuk pembuatan grafik komputer, animasi, efek visual, dan produksi konten multimedia lainnya. Desain grafis dan multimedia membantu menciptakan antarmuka pengguna yang menarik, intuitif, dan mudah digunakan dalam berbagai aplikasi dan situs web. Desain grafis membantu dalam pengembangan identitas merek yang kuat dan konsisten di lingkungan digital. Desain multimedia digunakan untuk menciptakan konten digital yang menarik dan menarik perhatian pengguna, seperti grafik, video, animasi, dan audio. Desain grafis dan multimedia menjadi kunci dalam strategi pemasaran digital, termasuk pembuatan materi promosi, iklan online, konten sosial media, dan materi kampanye digital lainnya. Juga digunakan dalam pengembangan materi edukasi dan pelatihan digital, dan dalam visualisasi data kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami, seperti grafik, diagram, dan peta. Dalam entertainment dan hiburan, juga mempertimbangkan berbagai platform digital, termasuk perangkat mobile, tablet, desktop, dan layar besar. Dengan demikian, Desain Grafis dan Multimedia menjadi elemen kunci dalam membentuk estetika, fungsionalitas, dan interaktivitas dalam teknologi digital.

Ulasan yang telah dikemukakan ini hanya sebagian saja dari bidang ilmu yang terkait dengan teknologi digital. Kemajuan dalam teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan di hampir semua aspek kehidupan modern.

Era digitalisasi telah memiliki dampak yang signifikan bagi kehidupan dan pekerjaan manusia

Sebagaimana yang telah dikemukakan terdahulu, bahwa digitalisasi telah merambah hampir ke seluruh aspek kehidupan dan pekerjaan manusia, sehingga memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan dan pekerjaan yang dilakukan manusia.  Pada kesempatan ini disampaikan  beberapa dampak utamanya antara lain meliputi cara berkomunikasi, akses informasi, transformasi bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, perubahan pola kerja, dan dampak terhadap perubahan budaya dan sosial:

  • Perubahan dalam Cara Berkomunikasi: Era digital telah mengubah cara kita berkomunikasi secara mendasar. Kita sekarang dapat berkomunikasi dengan mudah melalui email, pesan teks, panggilan video, dan media sosial, yang memungkinkan kita terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia secara instan, baik secara pribadi maupun profesional. Salah satu hal yang sangat positif terkait dengan penghematan sumberdaya alam adalah dalam penggunaan kertas yang terus berkurang (paperless);
  • Peningkatan Akses Informasi Termasuk Pendidikan: Internet memberikan akses yang tidak terbatas terhadap informasi dan sumber daya pendidikan. Teknologi digital telah mengubah cara kita belajar dan mengakses pendidikan. Dari kursus online dan platform e-learning hingga sumber daya digital dan aplikasi pembelajaran, teknologi telah memperluas akses ke pendidikan di seluruh dunia. Keadaan ini memungkinkan orang untuk belajar, mencari tahu, dan mengakses berita dari mana saja dengan cepat;
  • Transformasi Keuangan, Dunia Bisnis dan Berbelanja: Perbankan digital, pembayaran online, dan teknologi keuangan lainnya telah mengubah cara kita mengelola keuangan dan melakukan transaksi keuangan. Era digital telah mengubah cara bisnis beroperasi. E-commerce telah menjadi salah satu aspek paling terlihat dari era digitalisasi, memungkinkan orang untuk berbelanja secara online dimana saja dan darimana saja untuk berbagai produk dan layanan, dari barang konsumen hingga perjalanan dan hiburan. Sedangkan teknologi seperti analitik data dan kecerdasan buatan telah mempercepat pengambilan keputusan bisnis. E-commerce;
  • Transportasi: Aplikasi ridesharing dan navigasi GPS telah mengubah cara orang bepergian dan mengakses transportasi. Teknologi juga sedang mempercepat pengembangan mobil otonom dan solusi transportasi berbasis teknologi lainnya;
  • Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas: Teknologi digital telah membawa kemajuan dalam otomatisasi dan alat-alat produktivitas. Ini telah meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, dari manufaktur hingga layanan profesional;
  • Perubahan dalam Pekerjaan dan Pola Kerja: Banyak pekerjaan tradisional telah berubah atau bahkan digantikan oleh teknologi digital, dan akan berdampak kepada ditinggalkannya cara-cara tradisional. Sebaliknya, akan muncul pekerjaan baru dalam bidang seperti pengembangan perangkat lunak, analitik data, dan keamanan cyber. Banyak pekerjaan sekarang tergantung pada teknologi digital, mulai dari pekerjaan di bidang teknologi informasi dan komputer hingga pemasaran digital, analitik data, dan layanan keuangan, teknologi digital telah menyusup ke hampir setiap sektor industri. Cara orang bekerja juga berubah tidak harus terus menerus tinggal dikantor tetapi sebagian pekerjaan dapat dikerjakan dimana saja dan darimana saja;
  • Kesehatan: Dalam industri kesehatan, teknologi digital telah memberikan berbagai inovasi, seperti catatan medis elektronik, konsultasi medis online, pemantauan kesehatan berbasis teknologi, dan banyak lagi;
  • Hiburan: Hiburan digital seperti streaming video, musik digital, dan permainan online telah menggantikan atau melengkapi format tradisional seperti televisi dan radio. Orang-orang sekarang dapat mengakses hiburan dari mana saja dan kapan saja melalui perangkat digital;
  • Tantangan Terhadap Privasi dan Keamanan: Era digital juga telah menghadirkan tantangan baru terkait privasi dan keamanan data. Penyalahgunaan data, serangan siber, dan ancaman keamanan lainnya menjadi masalah yang serius yang perlu diatasi;
  • Kesenjangan Digital: Meskipun banyak yang telah diuntungkan dari era digitalisasi, masih ada kesenjangan digital di mana sebagian orang atau wilayah tidak memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan informasi;
  • Perubahan Budaya dan Sosial: Internet dan media sosial telah memengaruhi budaya dan masyarakat secara luas, baik dalam hal cara kita mengonsumsi konten hiburan, berinteraksi satu sama lain, atau bahkan cara kita memandang diri kita sendiri dan orang lain.

Dengan demikian, era digitalisasi telah mendominasi berbagai aspek kehidupan manusia dan terus mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.

Pengaruh digitalisasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

Sebagimana dikemukakan sebelumnya bahwa digitalisasi melibatkan multidisiplin ilmu, oleh karena itu digitalisasi juga pasti sangat berpengaruh terhadap Ilmu Pengetahun dan Teknologi. Berikut adalah beberapa cara di mana digitalisasi telah memengaruhi perkembangan IPTEK di berbagai bidang:

  • Penelitian dan Inovasi: Digitalisasi telah mempercepat proses penelitian dan inovasi dalam banyak bidang ilmu pengetahuan. Dengan akses mudah ke data dan sumber daya online, para peneliti dapat dengan cepat mengakses informasi terbaru, berbagi temuan mereka, dan berkolaborasi secara global;
  • Kemampuan Komputasi: Teknologi digital telah meningkatkan kemampuan komputasi secara drastis, memungkinkan analisis data yang lebih kompleks, simulasi yang lebih akurat, dan pemodelan yang lebih canggih dalam berbagai bidang seperti fisika, biologi, dan ilmu sosial;
  • Pemrosesan Data: Big data dan analitik data telah menjadi bagian integral dari banyak disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Digitalisasi memungkinkan kita untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis jumlah data yang besar dengan cara yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya;
  • Medis dan Kesehatan: Di bidang medis dan kesehatan, digitalisasi telah membawa inovasi seperti catatan medis elektronik, sistem pemantauan pasien berbasis teknologi, pengembangan obat yang didukung komputer, dan diagnotika yang didukung AI;
  • Edukasi dan Pelatihan: Teknologi digital telah merubah cara kita belajar dan mengajar. Dengan adanya e-learning, kursus online, platform pembelajaran interaktif, dan simulasi virtual, pendidikan dapat diakses dari mana saja dan kapan saja;
  • Keamanan dan Cybersecurity: Dalam konteks keamanan dan cybersecurity, digitalisasi telah memperkenalkan tantangan baru sekaligus memberikan solusi baru. Perkembangan kecerdasan buatan dan analitik data telah meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan merespons ancaman siber;
  • Industri Manufaktur: Digitalisasi telah memberikan dampak besar dalam industri manufaktur melalui konsep seperti Industri 4.0. Penggunaan sensor, robotika, pemodelan 3D, dan pemantauan berbasis sensor telah meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas dalam proses produksi;
  • Energi dan Lingkungan: Teknologi digital telah digunakan untuk memonitor dan mengoptimalkan penggunaan energi, memperkenalkan solusi energi terbarukan, dan mengelola lingkungan dengan cara yang lebih efisien.

Dengan demikian, digitalisasi telah menjadi pendorong utama dalam perkembangan IPTEK di berbagai bidang, membuka pintu bagi inovasi baru dan mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara keseluruhan.

Hubungan antara media sosial dan platform digital dengan peningkatan keterlibatan sosial

Media sosial dan platform digital telah memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan keterlibatan sosial, antara lain:

  • Media sosial memungkinkan orang untuk terhubung dengan teman, keluarga, dan orang lain di seluruh dunia. Ini memungkinkan orang untuk berkomunikasi secara real-time, berbagi pengalaman, dan mendukung satu sama lain, yang pada gilirannya meningkatkan keterlibatan sosial;
  • Platform digital memungkinkan orang untuk mengorganisir dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sosial dan politik. Dari kampanye amal hingga gerakan sosial, media sosial memungkinkan orang untuk menyuarakan pendapat mereka, berkolaborasi dengan orang lain, dan memobilisasi dukungan untuk penyebab tertentu;
  • Media sosial juga menjadi platform bagi pendidikan dan kesadaran sosial. Orang dapat berbagi informasi, artikel, dan sumber daya tentang isu-isu sosial, seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, atau kesehatan mental. Ini membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang masalah-masalah ini di antara masyarakat;
  • Media sosial memberdayakan individu untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Dengan platform digital, seseorang dapat membuat dan membagikan konten kreatif seperti video, blog, atau podcast yang mempromosikan ide, nilai, atau inisiatif tertentu. Ini memungkinkan individu untuk mempengaruhi opini publik dan memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat;
  • Media sosial juga memfasilitasi pertukaran budaya dan pengalaman antarindividu dari latar belakang yang berbeda. Melalui platform digital, orang dapat mempelajari tentang budaya, tradisi, dan pengalaman hidup orang lain, yang dapat memperluas wawasan mereka dan meningkatkan empati dan pengertian sosial.

Prediksi Perkembangan keterlibatan sosial di media sosial dan platform digital hingga tahun 2050 memiliki kecenderungan sbb:

  • Kemungkinan besar, penggunaan media sosial dan platform digital akan terus meningkat seiring dengan peningkatan penetrasi internet dan adopsi teknologi di seluruh dunia. Ini akan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi orang untuk terlibat dalam berbagai aktivitas sosial online;
  • Platform-platform digital kemungkinan akan terus berkembang dengan menambahkan lebih banyak fitur interaktif yang memungkinkan pengguna untuk terlibat lebih langsung dengan konten dan satu sama lain. Misalnya, penggunaan realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR) dapat memberikan pengalaman sosial yang lebih imersif;
  • Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keterlibatan sosial yang bermakna, platform-platform tersebut mungkin akan menyesuaikan algoritma mereka untuk mempromosikan interaksi yang lebih substansial dan berarti. Ini dapat mengarah pada kurangnya penekanan pada metrik seperti jumlah pengikut dan lebih banyak penekanan pada interaksi yang berkualitas;
  • Media sosial akan terus menjadi platform untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sosial. Perkembangan dalam teknologi pembelajaran online dan pertukaran informasi akan memungkinkan orang untuk terlibat dalam diskusi yang lebih dalam tentang masalah-masalah ini;
  • Teknologi kecerdasan buatan (AI) akan semakin dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan sosial. Misalnya, AI dapat digunakan untuk menganalisis preferensi pengguna dan merekomendasikan konten yang relevan, atau untuk memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar pengguna;
  • Seiring dengan pertumbuhan keterlibatan sosial online, akan ada tantangan baru terkait privasi dan keamanan data. Perlindungan privasi yang lebih kuat dan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat mungkin diperlukan untuk memastikan pengguna merasa aman dan nyaman dalam berinteraksi online.

Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan media sosial juga dapat memiliki dampak negatif pada keterlibatan sosial, seperti isolasi sosial atau ketergantungan pada teknologi. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan media sosial dengan bijaksana dan seimbang untuk memaksimalkan manfaatnya bagi keterlibatan sosial yang positif.

Selain Memberikan Dampak Positif yang Besar, Digitalisasi Juga Rawan Terhadap Pencurian data dan Dampak Negatif Lainnya. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi rawannya pencurian data pribadi meliputi:

  • Seringkali organisasi, termasuk perusahaan dan lembaga pemerintah, mungkin tidak memiliki sistem keamanan yang memadai untuk melindungi data pribadi pengguna mereka. Celah keamanan dalam infrastruktur IT mereka dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data;
  • Seringkali walaupun suatu organisasi memiliki langkah-langkah keamanan yang kuat, mereka masih bisa menjadi korban dari serangan siber, seperti peretasan atau malware. Serangan semacam itu bisa memungkinkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi pengguna;
  • Seringkali sebagian perusahaan atau platform digital mengumpulkan lebih banyak data daripada yang diperlukan, atau bahkan mengumpulkan data tanpa izin pengguna. Data yang dikumpulkan ini bisa menjadi sasaran pencurian jika tidak dilindungi dengan baik;
  • Penipuan online seperti phishing dan social engineering juga bisa dimanfaatkan untuk mencuri data pribadi. Penipu bisa mengirimkan email atau pesan palsu yang menipu pengguna untuk mengungkapkan informasi pribadi mereka, seperti kata sandi atau informasi kartu kredit;
  • Seringkali di sebagian wilayah, hukum dan regulasi terkait perlindungan data tidak cukup kuat atau tidak ditegakkan dengan ketat. Hal ini bisa memungkinkan organisasi atau individu untuk lebih bebas dalam praktik-praktik yang merugikan privasi pengguna;
  • Seringkali terjadi kebocoran informasi atau penggunaan data secara tidak etis oleh organisasi yang dapat mengancam privasi pengguna.

Menghadapi ancaman pencurian data pribadi memerlukan kombinasi tindakan teknis, kebijakan, dan kesadaran pengguna untuk melindungi informasi pribadi dengan baik dalam era digital.

Selain pencurian data pribadi, digitalisasi juga dapat memberikan dampak terhadap keamanan finansial individu. Dalam hal ini dikemukakan beberapa cara di mana digitalisasi dapat mempengaruhi keamanan finansial individu melalui:

  • Penipuan online seperti phishing, skimming kartu, atau serangan malware bisa merugikan individu secara finansial. Penjahat dapat mencuri informasi kartu kredit, login perbankan, atau data identitas lainnya, yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi ilegal atau mencuri dana dari rekening bank;
  • Institusi keuangan yang menjadi target serangan cyber dapat mengalami pelanggaran data, yang dapat mengakibatkan informasi keuangan sensitif seperti nomor kartu kredit, nomor rekening bank, atau informasi identitas pribadi dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab;
  • Transaksi keuangan online yang tidak dilakukan melalui saluran yang aman dapat meningkatkan risiko penipuan atau pencurian dana. Ini termasuk investasi dalam skema ilegal, perdagangan saham yang tidak aman, atau transfer dana melalui platform yang rentan terhadap serangan cyber.

Untuk melindungi diri dari ancaman keamanan finansial yang terkait dengan digitalisasi, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang ancaman keamanan finansial online, termasuk penipuan dan taktik serangan cyber yang umum. Pelajari cara mengenali email phishing, mengamankan kata sandi, dan melindungi informasi pribadi;
  • Memastikan untuk menggunakan saluran komunikasi yang aman saat berurusan dengan institusi keuangan atau melakukan transaksi online. Gunakan situs web yang terenkripsi dengan protokol HTTPS dan hindari mengakses akun keuangan melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman;
  • Selalu melakukan pemantauan aktivitas keuangan Anda secara teratur untuk mendeteksi adanya aktivitas yang mencurigakan atau transaksi yang tidak diotorisasi;
  • Memastikan bahwa perangkat Anda dilindungi dengan perangkat lunak keamanan yang terbaru, termasuk program antivirus dan firewall. Selalu perbarui perangkat lunak Anda secara teratur untuk memperbaiki kerentanan keamanan yang mungkin ada;
  • Agar selalu menggunakan layanan keamanan finansial seperti layanan pemantauan kredit, yang dapat membantu mendeteksi aktivitas keuangan yang mencurigakan atau penipuan identitas.

Dengan mengambil langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat membantu melindungi  dari ancaman keamanan finansial yang terkait dengan digitalisasi.

Sistem digital nasional seringkali menjadi sasaran serangan cyber.

Dampak negatif yang terjadi dari penerapan digitalisasi secara luas merupakan konsekuensi yang dapat terjadi pada berbagai platform digital, oleh karenanya kita harus waspada dan pemerintah wajib meningkatkan upaya perlindungan kepada masyarakat pengguna pltform digital tersebut. Berikut ini disajikan beberapa contoh serangan cyber yang sering terjadi::

  • Serangan Terhadap Infrastruktur Kritis: Sistem digital nasional sering kali mencakup infrastruktur kritis seperti sistem kelistrikan, transportasi, atau layanan kesehatan. Serangan terhadap infrastruktur ini bisa memiliki dampak yang luas dan merugikan, seperti gangguan layanan penting atau pencurian data sensitif;
  • Pencurian Data Pribadi: Sistem digital nasional sering kali mengumpulkan dan menyimpan data sensitif dari warga negara, seperti data kesehatan, informasi keuangan, atau data identitas. Serangan cyber yang berhasil dapat mengakibatkan pencurian data pribadi yang besar dan potensial untuk disalahgunakan;
  • Gangguan Layanan Publik: Serangan cyber bisa ditujukan untuk mengganggu layanan publik yang disediakan melalui sistem digital nasional, seperti layanan perpajakan, pendidikan, atau layanan kesehatan. Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga negara dan merusak kepercayaan terhadap pemerintah.

Untuk melindungi sistem digital nasional dari serangan cyber, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah berikut:

  • Penguatan Keamanan Cyber: Pemerintah harus menginvestasikan sumber daya yang cukup dalam membangun infrastruktur keamanan cyber yang kuat, termasuk sistem deteksi intrusi, pengujian keamanan secara berkala, dan penguatan keamanan jaringan;
  • Pelatihan dan Kesadaran: Memberikan pelatihan yang cukup kepada personel pemerintah tentang praktik keamanan cyber yang baik dan meningkatkan kesadaran akan ancaman cyber yang mungkin terjadi;
  • Kerjasama Internasional: Berkolaborasi dengan negara lain dan lembaga internasional untuk berbagi informasi intelijen cyber dan meningkatkan kemampuan bersama dalam menanggapi serangan cyber;
  • Kerjasama dengan Sektor Swasta: Bekerjasama dengan perusahaan teknologi dan sektor swasta lainnya untuk meningkatkan keamanan sistem digital nasional dan berbagi praktik terbaik dalam melawan ancaman cyber;
  • Pengaturan dan Kepatuhan: Menetapkan regulasi dan standar keamanan yang ketat untuk organisasi dan lembaga yang terlibat dalam pengelolaan sistem digital nasional, serta memastikan bahwa mereka mematuhi standar keamanan yang ditetapkan.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, pemerintah dapat membantu melindungi sistem digital nasional dari ancaman serangan cyber yang berpotensi merusak.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan dimulainya era digitalisasi telah membawa perubahan yang mendalam dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia, baik dalam hal cara kita bekerja, berkomunikasi, belajar, maupun berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Diperkirakan pada tahun 2050 aktivitas digital semakin tinggi sehingga  semakin banyaknya data yang dikumpulkan dan dipertukarkan secara digital, oleh karena itu keamanan cyber akan menjadi prioritas yang lebih besar. Perlindungan data pribadi dan infrastruktur digital akan menjadi semakin penting dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan dan penerapan teknologi digital yang semakin masif membuat masyarakat memerlukan perlindungan Cyber

Sebagaimana telah dikemukakan bahwa Internet telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, berbelanja, dan bahkan cara kita mengelola keuangan. Namun, selain manfaat tersebut juga ada risiko keamanan yang signifikan. Oleh karena itu perlindungan cyber oleh pemerintah sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat pengguna platform digital meliputi:

  • Keamanan Data Pribadi: Informasi pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan informasi keuangan kita disimpan secara digital. Tanpa perlindungan yang tepat, data ini dapat dicuri dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab;
  • Keamanan Finansial: Penipuan online, pencurian identitas, dan serangan keuangan lainnya dapat menyebabkan kerugian finansial yang serius bagi individu dan organisasi;
  • Kerentanan Sistem Penting: Sistem penting seperti rumah sakit, lembaga keuangan, dan infrastruktur publik semuanya kini terhubung secara digital. Serangan terhadap sistem-sistem ini dapat memiliki dampak yang luas dan serius terhadap masyarakat;
  • Kesehatan Mental: Serangan siber tidak hanya memengaruhi infrastruktur teknis, tetapi juga bisa merusak kesehatan mental. Misalnya, penipuan online atau pelecehan cyber dapat menyebabkan stres dan kecemasan;
  • Keamanan Nasional: Negara-negara dan pemerintah juga menjadi sasaran serangan siber. Serangan terhadap infrastruktur penting atau data pemerintah dapat memiliki dampak yang signifikan pada keamanan nasional;
  • Ketergantungan pada Teknologi: Semakin kita bergantung pada teknologi, semakin penting perlindungan cyber untuk memastikan bahwa teknologi tersebut dapat berfungsi dengan aman dan dapat diandalkan.

Perkiraan Perkembangan Cyber hingga tahun 2050

Perkembangan cyber hingga tahun 2050 bisa sangat luas dan kompleks, namun beberapa perkiraan umum dapat diperhatikan:

  • Kecerdasan Buatan yang Lebih Maju: Kecerdasan buatan akan terus berkembang, memungkinkan sistem untuk belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan secara mandiri. Ini akan mengubah cara kita menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk keamanan siber, kesehatan, transportasi, dan lainnya;
  • Internet of Things (IoT) yang Merata: Semakin banyak perangkat yang terhubung ke internet, mulai dari mobil otonom hingga peralatan rumah tangga, memungkinkan interaksi yang lebih canggih dan integrasi antara perangkat-perangkat tersebut. Namun, tantangan keamanan terkait dengan IoT juga akan menjadi fokus penting;
  • Keamanan Siber yang Lebih Rumit: Dengan pertumbuhan IoT dan keterhubungan yang lebih besar, tantangan keamanan siber akan semakin kompleks. Ancaman seperti serangan siber, peretasan, dan pencurian data akan terus berkembang, memerlukan solusi keamanan yang lebih canggih;
  • Realitas Virtual dan Augmented Virtual yang Lebih Terintegrasi: VR dan AR akan menjadi lebih terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari, dengan penggunaan yang lebih luas dalam pendidikan, bisnis, hiburan, dan lainnya. Ini akan membawa tantangan baru dalam hal privasi dan keamanan data;
  • Blockchain dan Cryptocurrency yang Lebih Mapan: Teknologi blockchain akan menjadi lebih diterima secara luas, tidak hanya dalam cryptocurrency, tetapi juga dalam aplikasi lain seperti manajemen rantai pasokan, keamanan data, dan kontrak pintar;
  • Keterlibatan Regulasi yang Lebih Kuat: Seiring dengan perkembangan teknologi, akan ada upaya yang lebih besar untuk mengatur ruang siber. Regulasi baru mungkin diperlukan untuk mengatasi tantangan keamanan siber, privasi data, dan dampak sosial dari teknologi yang berkembang pesat;
  • Peningkatan Kesadaran tentang Keamanan Digital: Seiring dengan meningkatnya ancaman keamanan siber, akan ada peningkatan kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang praktik keamanan digital yang aman, baik di tingkat individu maupun perusahaan;
  • Perkembangan Teknologi Quantum: Komputasi kuantum dapat mengubah lanskap keamanan siber dengan memberikan kemampuan baru dalam enkripsi dan dekripsi data. Namun, ini juga dapat memicu tantangan baru dalam hal keamanan, karena beberapa algoritma enkripsi saat ini mungkin tidak aman terhadap komputasi kuantum.

Perkembangan ini akan terus dipengaruhi oleh inovasi teknologi, kebutuhan bisnis, dan tantangan baru yang muncul seiring waktu.

Perbedaan serangan siber dengan peretasan.

Serangan siber dan peretasan adalah dua istilah yang sering digunakan dalam konteks keamanan siber, tetapi memiliki makna yang sedikit berbeda:

Serangan Siber (Cyber Attack):

Serangan siber merujuk pada upaya yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk merusak, mengganggu, atau mencuri data dari sistem komputer atau jaringan menggunakan teknologi informasi. Serangan siber dapat mencakup berbagai metode, termasuk malware (seperti virus, worm, atau trojan), denial of service (DoS) atau distributed denial of service (DDoS) attacks, phishing, spoofing, dan lain-lain.  Tujuan dari serangan siber bisa bermacam-macam, mulai dari pencurian data pribadi atau rahasia, merusak atau mengganggu operasi sistem, hingga mencuri uang atau aset digital.

Peretasan (Hacking):

Peretasan merujuk pada tindakan seseorang yang secara tidak sah masuk atau mengakses sistem komputer atau jaringan dengan tujuan tertentu. Peretas (hacker) dapat menggunakan berbagai metode dan teknik untuk masuk ke dalam sistem, termasuk mencari kelemahan dalam keamanan sistem, memanfaatkan celah keamanan yang ada, atau menggunakan teknik sosial untuk mendapatkan akses. Tujuan peretasan bisa beragam, mulai dari eksplorasi keamanan sistem (ethical hacking) hingga tindakan yang merusak atau mencuri data.

Jadi, perbedaan utama antara serangan siber dan peretasan terletak pada fokusnya: serangan siber lebih mengacu pada upaya merusak atau mencuri data menggunakan teknologi informasi, sedangkan peretasan lebih menyoroti tindakan masuk atau mengakses sistem secara tidak sah dengan tujuan tertentu. Namun, dalam prakteknya, kedua istilah ini seringkali digunakan secara bergantian atau bersama-sama untuk merujuk pada aktivitas yang sama dalam konteks keamanan siber.

Ancaman  serangan siber, peretasan, dan pencurian data akan terus berkembang.

Menghadapi ancaman yang terus berkembang seperti serangan siber, peretasan, dan pencurian data membutuhkan pendekatan yang holistik dan terus menerus dalam mengembangkan solusi keamanan yang lebih canggih. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi ancaman tersebut:

  • Pendidikan dan Kesadaran Keamanan: Edukasi dan peningkatan kesadaran tentang keamanan digital sangat penting. Pelatihan reguler kepada karyawan dan pengguna internet umumnya tentang praktik keamanan digital yang aman dapat membantu mencegah serangan siber seperti phishing atau social engineering;
  • Pemantauan dan Deteksi Dini: Menggunakan solusi pemantauan yang canggih dan sistem deteksi intrusi (IDS) dapat membantu mengidentifikasi serangan siber dengan cepat. Pendeteksian dini memungkinkan respons yang lebih cepat dan dapat mengurangi dampak dari serangan tersebut;
  • Pembaruan Keamanan Teratur: Memastikan bahwa semua perangkat lunak dan sistem diupdate secara teratur dengan patch keamanan terbaru sangat penting. Celah keamanan yang tidak ditangani dalam perangkat lunak adalah sasaran empuk bagi penyerang;
  • Enkripsi Data: Mengenkripsi data sensitif dapat membantu melindungi informasi dari pencurian atau akses yang tidak sah, bahkan jika data tersebut direbut oleh penyerang;
  • Akses Pengendalian yang Ketat: Menerapkan prinsip kebutuhan berdasarkan akses (least privilege) untuk membatasi akses pengguna hanya pada informasi dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk menjalankan tugas mereka. Ini dapat membantu mencegah penyebaran serangan jika satu akun pengguna dikompromikan;
  • Firewall yang Kuat: Penggunaan firewall yang kuat dan konfigurasi yang tepat dapat membantu melindungi jaringan dari akses yang tidak sah dan serangan siber;
  • Penggunaan Teknologi Keamanan Lanjutan: Menerapkan teknologi keamanan canggih seperti pemindaian perilaku, analisis kecerdasan ancaman, dan keamanan endpoint yang ditingkatkan dapat membantu mengidentifikasi dan mencegah serangan yang lebih canggih;
  • Kerjasama dan Pertukaran Informasi: Kerjasama antara organisasi, pemerintah, dan industri untuk pertukaran informasi tentang ancaman siber dapat membantu mempercepat respons terhadap serangan dan meningkatkan pemahaman tentang tren keamanan yang sedang berkembang;
  • Pengujian Keamanan Reguler: Melakukan pengujian penetrasi dan audit keamanan secara teratur dapat membantu mengidentifikasi kerentanan dalam sistem dan infrastruktur sehingga dapat diperbaiki sebelum dimanfaatkan oleh penyerang;
  • Pengembangan Solusi Keamanan Berbasis AI: Menerapkan kecerdasan buatan dan analisis data untuk mendeteksi pola ancaman yang tidak terlihat oleh solusi keamanan konvensional dapat membantu meningkatkan kemampuan dalam menghadapi serangan siber yang lebih canggih.

Dengan menggabungkan berbagai strategi ini dalam pendekatan keamanan yang holistik, organisasi dapat lebih siap dalam mengatasi ancaman siber yang terus berkembang.  Dengan memperhatikan perlindungan cyber, masyarakat dapat membantu meminimalkan risiko-risiko tersebut dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terpercaya.

Prediksi Perkembangan Teknologi dan Era Digitalisasi Pada Tahun 2050

Melihat tren perkembangan era digitalisasi sampai tahun 2023 yang terus meningkat dan diperlukan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas diberbagai aspek kehidupan dan aktivitas manusia, maka masa depan digitalisasi beserta teknologi pendukungnya akan terus bertahan bahkan meningkat.  Demikian juga kemajuan teknologi yang terkait dengan digitalisasi.  Pelaku bisnis dan perusahaan yang belum memanfaatkan sistem digital harus beralih ke sistem digital dan infrastruktur digital yang fleksibel dan tangkas untuk menghadapi persaingan dari perusahaan serupa lainnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa digitalisasi diperkirakan akan mengurangi kesempatan kerja, terutama di industri otomotif, manufaktur dan teknologi. Hal ini akibat digitalisasi telah melahirkan penemuan dan inovasi mesin kecerdasan buatan yang mampu memproses informasi lebih cepat dibandingkan manusia. Namun demikian, industri online dan elektronik juga  akan meningkatkan jumlah lapangan kerja baru karena dibutuhkannya tenaga kerja langsung.

Semakin berkembangnya sistem digitalisasi ini telah teruji pada peristiwa Pandemi Covid-19 tahun 2020-2022 dimana terjadinya penguncian diberbagai sektor sehingga orang dilarang melakukan bepergian atau kegiatan fisik yang berkerumun atau kontak langsung.  Akibatnya e-comerce semakin berkembang yang intinya menggunakan proses atau sistem digital seperti bisnis perdagangan online, belanja online dan transaksi online.  Langkah-langkah pembatasan sosial telah mendorong dunia usaha untuk terjun ke bidang e-commerce dan logistik untuk terhubung dengan klien mereka – dan kemungkinan besar kita akan terus melihat lebih banyak pertumbuhan digital di masa depan.

Berdasarkan kajian dan analisis data dalam 4 tahun terakhir (2019-2023) dalam berbagai aspek kehidupan, diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Permintaan akan keterampilan digital semakin meningkat. Orang-orang dengan keahlian dalam teknologi informasi, ilmu data, kecerdasan buatan, dan pemrograman memiliki peluang yang baik untuk mendapatkan pekerjaan yang baik;
  • Ada pergeseran besar-besaran dalam ekonomi global, terutama karena efek pandemi COVID-19. Beberapa sektor mengalami pertumbuhan besar sementara yang lain merosot. Industri yang terkait dengan teknologi, kesehatan, e-commerce, dan layanan digital cenderung tumbuh;
  • Terjadi perubahan pola kerja, terutama akibat pandemi COVID-19, banyak perusahaan/ kantor telah beralih ke model kerja jarak jauh selama pandemi. Ini membuka peluang bagi individu untuk bekerja dari mana saja sehingga pola kerja menjadi fleksibel dengan tetap menghasil output yang sama bahkan lebih tinggi.

Penutup

Dari uraian ini sangat jelas bahwa era digitalisasi telah begitu masif terjadi dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia mulai dari perubahan cara berkomunikasi, perubahan akses Informasi dan pendidikan, transformasi bisnis, belanja  dan pengelolaan keuangan, perubahan pekerjaan dan pola kerja, perubahan  transportasi,  kesehatan, hiburan dlsb. Oleh karena itu diprediksi digitalisasi ini akan terus berkembang pada tahun 2050, oleh karena itu masyarakat harus dapat menjadi bagian dari pengguna teknologi digital sehingga salah satu pilihan untuk mendalami IPTEK atau berbagai disiplin ilmu yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas digitalisasi.  Terutama untuk mempersiapkan masa depannya dalam berkarier sampai tahun 2050.  Disiplin ilmu yang diperlukan tersebut antara lain meliputi ilmu komputer, teknik elektro dan elektronika, Matematika, Teknologi informasi dan komunikasi, Rekayasa perangkat lunak, Analitik Data dan AI, Desain Grafis dan Multimedia.

Ilmu Komputer memiliki peranan krusial dalam teknologi digital dan proses digitalisasi. Ia memainkan peranan penting dalam pengolahan data dimana menjadi kunci dalam digitalisasi karena data merupakan aset yang sangat berharga. Oleh karena itu bidang studi Ilmu Komputer dan disiplin ilmu yang terkait akan terus dibutuhkan tidak saja dalam proses digitalisasi yang akan terus berkembang pada tahun 2050, tetapi juga untuk keperluan pendukung berbagai aktivitas manusia dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Teknik elektro dan elektronika merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam membangun dan menjalankan proses digitalisasi sehingga bidang studi ini tetap dibutuhkan sampai tahun 2050 seiring terus berkembangnya teknologi dan digitalisasi global. Uraian tentang peranan Teknik elektro dn elektronika dalam proses digitalisasi menunjukkan bahwa Teknik Elektro dan Elektronika memiliki peranan yang luas dan penting dalam proses digitalisasi, memungkinkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat dan terus berkembang.

Dengan peranannya yang penting ini, ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi tulang punggung dari teknologi digital dan proses digitalisasi, memungkinkan transformasi digital yang luas di berbagai industri dan bidang kehidupan.

BERSAMBUNG KE BAGIAN KE-3

 

* Esai ini adalah bagian kedua dari esai sebelumnya.

BERSAMBUNG

Back to list

8 thoughts on “Digitalisasi dalam Kehidupan Saat ini dan Masa Depan

  1. VkaroRuing says:

    Замена остекления на балконе specbalkon.ru

    Компания СПЕЦ Балкон оказывает услуги по остеклению, утеплению и ремонту балконов в Спб. Мы концентрируется конкретно на балконах, что дает возможность сосредоточиться на надежности и скорости выполнения работы. При заказе на сайте specbalkon.ru остекления и отделки «под ключ» мы дарим скидку в 10 %. Прямо сейчас заходите на наш интернет портал и оставляйте заявку.

    Если Вам нужно [url=https://specbalkon.ru/zamena-ostekleniya]замена остекления лоджии спб[/url] прямо сейчас, то мы вам непременно окажем помощь. Услуга по смене холодного фасадного остекления по теплое сейчас очень востребована. При покупке квартиры в новом доме очень часто застройщик устанавливает на балкон холодное, не очень хорошее остекление, которое лучше менять сразу же после приобретения. Теплое остекление балкона имеет большое количество преимуществ: окна не замерзают даже в самые морозные зимы, на балконе возможно сделать любое помещение, цветы будут стоять при комнатной температуре, на балконе можно продумать места для хранения и вещи не испортятся. Поэтому предлагаем Вам замену остекления сделать как можно скорее и по лучшей цене.

    Что касается [url=https://specbalkon.ru/zamena-ostekleniya]замена остекления на теплое цена[/url] на выгодных условиях, приходите к нам. Контактный телефон +7(812)240-94-42 или закажите обратный звонок на указанном сайте. Мы производим монтаж в точно установленный срок, часто в течение 1-3 дней. Предоставляется гарантия на материалы в среднем 5 лет, на работу — 3 года. Оплата происходит по факту выполненных работ, предоплата не нужна.

    Фирма specbalkon.ru расположена по адресу: Санкт-Петербург, ул. Оптиков, д. 4. График работы с понедельника по воскресенье с 10:00 до 19:00. Также мы делаем крыши на балконы с установкой, возведение парапета, внутреннюю отделку балкона по вашему дизайну. Звоните, приезжайте, будем счастливы с Вами поработать.

  2. abhomiBuike says:

    Студия профессионального дизайна интерьеров «Мята» поможет воплотить ваши мечты в реальность! Специалисты наши любят свою работу, они ваш интерьер сделают прекрасным. Мы всегда рады видеть вас у нас. https://spb.studio-mint.ru/ – тут есть возможность увидеть фотографии интерьеров квартир. Создаем проекты высокого уровня и предоставляем заманчивые цены. Успех нашей работы подтверждают отзывы, ознакомиться с ними можете на нашем сайте. Свяжитесь с нами, чтобы обсудить детали. Готовы удовлетворить ваши пожелания!

  3. Дистанционное обучение maps-edu.ru

    Онлайн обучение сейчас с каждым днем оказывается только популярнее. Это удобно, недолго и недорого, при том, что качество обучения не уменьшается и Вы получаете официальные документы после окончания. Академия «МАПС» рассказывает о своих программах на онлайн ресурсе maps-edu.ru и окажет помощь с подбором программы, нужной именно Вам.

    Насчёт [url=https://maps-edu.ru/catalog/gosudarstvennoe-i-municipalnoe-upravlenie-iurisprudenciia?type=professionalnaya-perepodgotovka]переподготовка на юриста[/url] – Вы на правильном пути. Направления, по которым мы обучаем: охрана труда, медицина, педагогика, физическая культура и спорт, пожарная безопасность, закупки, культура и искусство, промышленность, менеджмент, метрология и стандартизация и многие другие. Со студентами оформляем договор и работаем по его плану. Имеем все требуемые лицензии на обучающую деятельность, а по окончании все документы отправляются в ФИС ФРДО. У нас уже много выпускников прошли обучение и оставили отзывы, прочтите их прямо сейчас на указанном интернет портале.

    Особенно хочется выделить набор услуг для медработников. Это аккредитация, профессиональная переподготовка, набор баллов НМО, обучение младшего медперсонала и другие. Данная категория весьма популярна, потому как медицина в нашей стране развивается ежедневно. Чтобы быть в теме всех новых методов лечения, лекарств, аппаратов, врачам необходимо регулярно проходить повышение квалификации. А способ онлайн подходит всем без исключения. Комфортно и выгодно в наше нелегкое время.

    По запросу [url=https://maps-edu.ru/akkreditaciya-medrabotnikov]первичная аккредитация медицинских работников[/url] онлайн, мы Вам обязательно окажем помощь. Звоните по телефону 8(800)777-06-74 и задавайте все возникшие вопросы. Звонок по России бесплатный. Регионально расположены по адресу: г. Иркутск, ул. Степана Разина, д. 6. На сайте maps-edu.ru вы также можете обратиться в службу поддержки и Вас проконсультирует наш специалист.

  4. Lervaebus says:

    Не знаете, где быстро найти деньги? Канал [url=https://t.me/s/zaim_srochno_bez_otkaza_na_kartu]срочные займы[/url] – ваш надежный помощник! Займы на карту срочно без отказа и проверок. Подписывайтесь и получайте деньги быстро и без лишних хлопот!

  5. info blog yang sangat bermanfaat tentnag digitalisasi dalam kehidupan dan masa depan. Kemajuan teknologi yang pesat membuka berbagai peluang baru. Jasa Augmented Reality memiliki kemampuan untuk menciptakan pengalaman visual yang interaktif dan inovatif, yang dapat menjadi elemen menarik dalam merencanakan strategi pemasaran dan bidang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *