ANJING DUA TUAN Sekolah Penyembah Nasab dan Modal
Rp 65.000,00 Original price was: Rp 65.000,00.Rp 60.000,00Current price is: Rp 60.000,00.
ANJING DUA TUAN
Sekolah Penyembah Nasab dan Modal
Azhar Ardiansyah Al Aziz & Fauzan Addinul Jihad
Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini merupakan manifestasi dari kegagalan sistemik yang menempatkan peserta didik dan pengajar sebagai subjek yang terhimpit di antara dua otoritas eksploitatif: Feodalisme dan Kapitalisme. Istilah anjing dua tuan secara akurat menggambarkan posisi manusia dalam institusi pendidikan yang kehilangan kedaulatannya karena harus tunduk pada standarisasi moralitas tradisional yang tertutup sekaligus tuntutan pasar global yang transaksional.
Pendidikan telah bergeser dari fungsinya sebagai alat pembebasan menjadi mesin produksi ketundukan massal. Di bawah kendali feodalisme, nalar kritis dibungkam melalui sakralisasi garis keturunan dan penyalahgunaan konsep adab, yang memaksa individu menerima kebenaran hanya berdasarkan status sosial dan otoritas personal. Di saat yang sama, kapitalisme mereduksi proses belajar menjadi komoditas investasi, di mana institusi berfungsi layaknya pabrik yang hanya mengejar efisiensi dan mencetak tenaga kerja murah untuk memenuhi kebutuhan industri.
Perselingkuhan kedua sistem ini menciptakan anomali sosiologis: institusi memeras biaya secara komersial layaknya perusahaan, namun membentengi diri dari kritik menggunakan dogma kepatuhan layaknya kerajaan. Akibatnya, lahir generasi dengan kapasitas kognitif yang terbelah, yakni cakap secara teknis untuk melayani modal, namun lumpuh secara politik dan etika saat berhadapan dengan kekuasaan.
