PERCAYA atau Sekadar TERBIASA? S A T U B U L A N M E N C A R I M A K N A H I D U P Tiga puluh percakapan malam untuk kamu yang tumbuh dengan iman warisan
Rp 89.000,00 Original price was: Rp 89.000,00.Rp 80.000,00Current price is: Rp 80.000,00.
PERCAYA
atau Sekadar
TERBIASA?
S A T U B U L A N M E N C A R I M A K N A H I D U P
Tiga puluh percakapan malam
untuk kamu yang tumbuh dengan iman warisan
MUTAQILLAH AHMAD, M. Ag.
Ada satu pertanyaan yang jarang diucapkan keras-keras di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia ini. Ia biasanya baru muncul ketika lampu kamar sudah dimatikan dan tidak ada seorang pun yang mendengar. Aku ini benar percaya, atau sekadar terbiasa?
Buku ini menemani pertanyaan itu selama tiga puluh malam, satu bab untuk satu malam, genap satu bulan. Ia tidak dimulai dari dalil, melainkan dari izin untuk bertanya, sebab selama pertanyaan masih dianggap aib, tidak ada satu pun dalil yang akan sampai kepada pemiliknya.
Empat belas malam pertama adalah bagian yang paling sunyi. Pembaca berhadapan dengan pertanyaannya sendiri, melewati keteraturan alam, batas nalar manusia, luka yang tidak kunjung dijelaskan, jarak antara papan nama keagamaan dan isinya, sampai naik turunnya iman. Semuanya berhenti pada satu tangan yang memutuskan memegang.
Di tengah jalan, perjalanan berhenti sebentar untuk bertanya untuk apa sebenarnya kita ada, lalu menghadapi doa yang lama terasa tidak berbalas. Empat belas malam terakhir mengajak pembaca mengenali serat tali yang sudah ia genggam: kenapa wahyu lewat seorang manusia, bagaimana teks ini terjaga, kenapa ada perbedaan bacaan, ayat-ayat yang dipakai menyerang, perbedaan pendapat antarustaz, sampai pertanyaan yang paling berat tentang kekekalan hukuman di akhirat.
Yang membedakan buku ini bukan kebaruan jawabannya, melainkan cara ia diletakkan. Perbedaan pendapat para mufasir disampaikan apa adanya, termasuk yang tidak menguntungkan, sebab pembaca akan menemukannya sendiri cepat atau lambat, dan yang menemukannya dari mulut penyerang akan terguncang jauh lebih keras.
Setiap bab ditutup dengan satu ajakan kecil yang bisa dikerjakan hari itu juga, sebab keyakinan tidak pernah berpindah tangan hanya dengan dibaca. Selembar kertas yang ditulis pada malam pertama dibuka lagi pada malam kelima belas dan pada malam terakhir, dan pembaca melihat sendiri sejauh mana ia sudah berjalan.
Buku ini berjalan di sebelah pembaca, bukan berdiri di depannya. Cocok bagi santri dan pelajar yang sedang menimbang keyakinannya, bagi guru dan orang tua yang ingin menampung pertanyaan anak, dan bagi siapa pun yang hafal jawabannya tetapi belum meyakininya.
