Memoar

My Untold Stories: Cerita Kak Mima tentang yang Terpendam

Surakarta – Komunitas Menulis Memoar mengadakan Workshop Menulis Memoar bertajuk “My Untold Stories” bersama Delima Astrawinata, seorang psikolog corporate. Acara ini dimoderatori langsung oleh Ngadiyo atau Kak Dio selaku Founder Komunitas Menulis Memoar. Dalam workshop ini mengajak para anggota komunitas untuk mengungkapkan batin yang terpendam melalui tulisan.

Delima Astrawinata atau biasa dipanggil Kak Mima mengungkapkan ide dibalik adanya tajuk “My Untold Stories” yakni karena dalam suatu perbincangan Kak Dio memberikan tantangan tema untuk menulis. Pada saat itu terbetik ide dalam benak Kak Mima tentang untold story atau cerita terpendam. Lebih lanjut, Kak Mima menjelaskan bahwa Untold Stories yaitu cerita atau pengalaman kita yang belum pernah diceritakan pada orang lain. “Ketika mau membuat untold story kita dapat menentukan tema dari cerita-cerita yang belum pernah kita ceritakan,” tambahnya, Sabtu (26/8/2023).

Kak Mima juga menjelaskan tema-tema yang ada diantaranya love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfullness, gentleness, dan self control. Kemudian langkah selanjutnya adalah merefleksikan tema, artinya merenungkan cerita yang belum pernah diceritakan sebagai momen pertumbuhan dari diri atau tantangan yang diatasi. “Dulu saya itu pendiam, namun setelah menulis saya menyadari bahwa saya bisaloh menolong orang melalui menulis. Dengan sharing melalui materi pengembangan diri atau peristiwa penting yang telah membentuk hidup,” ujarnya.

Langkah selanjutnya yakni membuat garis besar untuk memoar yang akan ditulis. Menurut Kak Mima, memoar sebaiknya ditulis secara tematik agar membuat orang tertarik untuk membaca dan mendapat pelajaran darinya. “Misalnya, awalnya saya bersedih, kemudian saya melihat apa yang bisa saya pelajari. Setelah itu saya berpikir untuk ke depannya seperti apa,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya memoar ditulis dengan gaya penulisan deskriptif dengan detail sensorik, sehingga membenamkan pembaca dalam pengalaman penulis. Selain itu, penulis harus dapat menunjukkan perasaan melalui pancaindra. Lalu menggunakan dialog atau bahasa lisan untuk menghidupkan cerita. “Bagaimana cara membuat dialog yang dapat mengambarkan perasaan saya. Dari situ saya belajar, dialog dapat membantu menyampaikan emosi, hubungan, dan momen-momen penting yang ingin kita tampilkan dalam memoar kita,” jelasnya.

Tak lupa Kak Mima juga menjelaskan langkah selanjutnya dalam menulis memoar, yakni dengan mengendapkan dulu hasil tulisan untuk direnungkan dan dianalisis, sebelum kemudian diedit dan revisi sesuai kebutuhan. Kak Mima juga menekankan pentingnya jujur dalam menulis karena menurutnya memoir yang menarik adalah memoir yang jujur dan autentik. Selain itu, ia membagikan tips dalam menulis memoar agar membagikan memoar pada orang terdekat untuk mendapat umpan balik yang membangun.

Terdapat tips yang Kak Mima bagikan dalam menulis memoar yakni membuat pembukaan yang menarik perhatian pembaca dan mengatur suasana narasi selanjutnya. Penulis dapat mempertimbangkan untuk memulai dengan anekdot yang kuat, pertanyaan yang menggugah pikiran, atau deskripsi yang jelas. “Terakhir, buatlah akhir yang berkesan dengan meringkas tema-tema tersebut. Berikan kesan penutup dan wawasan yang menggugah bagi pembaca,”ujar Kak Mima menutup presentasinya.

Reporter: Aliffia Khoirinnisa

Back to list

2 thoughts on “My Untold Stories: Cerita Kak Mima tentang yang Terpendam

  1. Wow, amazing weblog layout! How lengthy have you been blogging for?
    you make running a blog look easy. The entire look of your site is fantastic,
    let alone the content! You can see similar here sklep internetowy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *