Resensi

Sebuah Arti Kehilangan

Oleh Serli Novita Sari

 

 

Sukma Putra Permana lahir di Jakarta, 3 Februari 1971. Aktif dan giat berproses kreatif sebagai seorang penyair, editor, dan penulis nonfiksi di komunitas belajar menulis (KBM) Yogyakarta. Puisi-puisinya muncul dalam beberapa media cetak lokal di Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta. Karyanya lebih banyak dimuat dalam berbagai buku antologi bersama.

Dalam kumpulan antologi puisi Sukma Putra Permana sebagian dari puisinya bercerita tentang perjalanan dan pengalaman pribadinya tentang sebuah kehilangan, keikhlasan dan ketulusan, sebuah renungan tentang kehidupan, gambaran tentang keindahan alam, tak lupa pula penggambaran kota-kota yang indah. Sukma Putra Permana sering bercerita tentang pengalaman hidup yang  dia lalui. Tak sampai di situ saja puisi Sukma Putra Permana juga menceritakan

Dari tema, puisi-puisi Dia Yang Terjatuh Di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya Patah muncul dari hal yang berkaitan dengan diri penulis. Adapula tema yang kontekstual, seperti “Brebes Mencegah Pagebluk Di Masa Lalu”.Terdapat tema tentang tradisi lisan seperti “Puputan Klungkung 1908” sebagai suatu gagasan dalam puisinya. Sukma Putra Permana dalam mengungkap dan mengemas puisinya di bilang kilas dan terlihat menggugah hati para pembacanya.

Diksi dalam puisinya merujuk ke pilihan kata yang sudah tepat dan selaras di dalam penggunaannya, sebagai wujud mengungkapkan sebuah gagasan. Hal ini dapat menimbulkan efek yang diharapkan. Buku ini di tulis dengan alasan untuk mengobati kerinduan dan mengenang para pembaca puisi Sukma Putra Permana setelah kepergian beliau. Dengan membaca buku ini, kita dapat belajar dan mengenang sosok Sukma Putra Permana yang pernah turun mengukir sejarah dalam dunia sastra, terutama dalam hal puisi.

Kelebihan dari puisi yang ditulis oleh Sukma Putra Permana adalah beliau selalu menggunakan kata kata yang indah di dalam puisinya, selalu terdapat makna yang tersirat setiap kata katanya, walaupun juga ada beberapa puisi yang  jika dibaca hanya seperti membaca sebuah tulisan biasa saja. Akan tetapi, jika kita baca dan kita gali lebih dalam lagi, kita pasti akan menemukan makna yang sangat luar biasa di dalam puisinya. Dalam kumpulan buku puisi “ Dia Yang Terjatuh Di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya patah” terdapat gaya bahasa secara lahiriah yang dipaparkan dalam puisi-puisinya. Hal ini yang  menjadikam puisi Sukma Putra Permana berbeda dengan penyair-penyair pendahulu. Selain ciri puisinya secara lahiriah, puisi Sukma Putra Permana juga ada yang bertemakan tentang pewayangan. Hal ini tampak menonjol dalam kumpulan puisinya yang berjudul “Inikah Bharatayuda?”, “Awal Petaka Keluarga Bharata”, “Akhir Angkara Sang Dasamuka”.

Sedangkan puisi yang bertemakan sosial, contoh puisinya adalah “Kopiah Butut Mbah Dolah”. Puisi tersebut mengandung sebuah makna tentang sosial kemanusiaan. Sajak tentang mama juga ditampilkan dengan khusus dalam puisinya “Pulang, Pulanglah Anak Manggarai Yang Hilang ”. Sajak tersebut menggambarkan harapan dan kerinduan seorang mama kepada putranya. Selain itu juga terdapat puisi esai yang sangat menarik contohnya, Sukma Putra Permana menuliskan puisi temanya tentang kepergian Supardi. Buku ini juga bertema tentang taman “Pada Sebuah Taman Di Sudut Kota London“. Bertema keindahan pantai, “Fajar Di Parangtritis “. Bertema tentang pegunungan, “Waktu Siang Di Pegunungan”. Dan masih banyak lagi tema puisi tentang alam yang di tulis oleh Sukma Putra Permana. Pada buku antologi puisi ini Sukma Putra Permana juga mengungkapkan rasa kesedihan dan perasaan telah kehilangan di dalam puisinya “Berselang Sehari Setelah Kepergianmu Supardi”. Dan Sebuah pesan tentang kesetiaan dan keikhlasan dalam puisinya “Masih Kuingat Pesanmu Tentang Kesetiaan Dan Keikhlasan (Ibu Diah Hadaning)”. Dengan demikian Sukma Putra Permana berharap semoga puisi yang ditulis menjadi penawar rindu dalam kehidupan.

 

 

 

Data Buku

Judul: Dia yang Terjatuh di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya Patah

Penulis : Sukma Putra Permana

Penerbit: CV. Diomedia

ISBN: 978-623-7880-53-0

Tebal Buku: 126 halaman

Cetakan pertama: Maret 2021

Tahun terbit: 2021

 

*Serli Novita Sari, Mahassiwa Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

 

Back to list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *