Resensi

Selalu Ada Cinta dalam Cerita: Sebuah Alegori Ikhlas dan Pemaaf dalam Kehidupan

Oleh Andan Prayoga

Kehidupan manusia memang sejatinya menyimpan banyak sekali tabir rahasia yang acapkali sulit ditebak oleh manusia. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan perasaan, kita sepertinya lumpuh dan tak berdaya untuk mengetahui hal-hal itu. Begitu pula dengan cinta, Barkah Azhari mengatakan bahwa cinta itu tumbuh tanpa pernah kita tanam, ia datang sebagai karunia-Nya dan tugasku hanya menjaganya dan merawatnya sampai kelak berbuah.

Membaca novel “Selalu Ada Cinta dalam Cerita”  sama seperti melihat kembali kampung halaman. Bagaimana tidak,  Mas Barkah Azhari sendiri menggambarkan latar dengan ciamik dan lihai. Rasanya seluruh indra yang kita punya akan hidup ketika membaca kata demi kata yang ditulis oleh beliau. Salah satu contohnya ialah ketika Salim sedang menikmati senja di kebun singkong dekat rumahnya. Ketika ia sedang asyik-asyiknya menikmati suasana, tiba-tiba Kinasih datang mencarinya. Pembaca yang semula asyik dibawa penulis dengan gambaran latar yang begitu detil, tiba-tiba ikut merasakan perasaan tegang yang dialami Salim. Pembaca yang semula terfokus pada indra penglihatan yang digambarkan oleh penulis, tiba-tiba berubah tegang dengan hadirnya sosok yang selama ini diidam-idamkan oleh Salim.

Berbicara tentang latar, sebenarnya gaya penulisan yang dipakai oleh penulis mirip sekali dengan gaya penulisan oleh Ahmad Tohari. Jika anda penggemar karya-karya Ahmad Tohari, membaca novel ini seperti kalian menemukan rasa “Ahmad Tohari” dalam setiap tulisan dan penggambaran latarnya. Hal ini pun diakui oleh penulisnya sendiri. Dalam seminar peluncuran buku yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Beliau mengatakan bahwa gaya penulisannya, sejatinya ada pengaruh dari karya-karya Ahmad Tohari. Baik itu penggambaran latar tempat maupun penggambaran suasana.

Berbicara tentang isi cerita, secara sekilas, novel ini bercerita tentang seseorang bernama Kinasih dan Salim. Sebagai orang kota yang baru saja datang di kampung, hati Kinasih tak begitu senang ketika ia harus “diungsikan” ke kampung oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, Ia lebih senang mengurung diri dalam rumah.

Namun hal itu berubah ketika suatu waktu, Kinasih melihat Salim sedang berteduh di bawah pohon mangga ketika turun hujan. Ada rasa yang bergejola dalam hatinya. Semenjak kejadian itu, Kinasih lebih sering beberes depan rumah, yang pada intinya agar dia dapat melihat salim lewat jalan depan rumah. Sampai penasarannya dengan Salim, Kinasih rela mengikuti secara diam-diam ke mana arah perginya Salim. Namun sayang, laju sepeda Salim begitu cepat sehingga membuat Kinasih ketinggalan jejak.

Singkatnya, akhirnya Kinasih dan Salim saling mengenal dan jatuh cinta satu sama lain. Sebenarnya Salim ragu akan perasaanya itu. Bagaimana tidak? Ia seorang bujangan kampung yang tak pernah tahu apa itu kota. Untuk sekadar merapikan diri pun, rasanya jarang sekali dilakukan Salim. Mau bagaimana lagi, kesehariannya di pasar tak menuntut dirinya untuk tampil rapih dan menawan. Ia tampil seadanya dan sekenanya.

Ini sangat berbeda dengan Kinasih. Ia tampil bersih dan menawan. Kulit putih yang ia miliki, sepertinya baru pertama kali ada di kampung Biawak ini. Selain itu, kecantikannya pun tak pernah ditemui di wajah-wajah gadis kampung Biawak. Kehadiran Kinasih ibarat permata yang jatuh di tanah. Ia berbeda dan bersinar daripada yang lain.

Perbedaan yang mencolok ini, sungguh mengganggu perasaan Salim. Hatinya begitu bergejolak. Ragu dan bimbang. Bahkan sedemikian ragunya, ia sempat mengatakan kepada Kinasih demikian: “Kau terlalu cantik untuk kampung ini. Dan kecantikan selalu membawa petaka. Untuk itu, Pulanglah…” Novel “Selalu Ada Cinta dalam Cerita, halaman 21.

Meski demikian, Salim tetaplah Salim, dan cinta tetaplah cinta. Salim ingin memperjuangkan cintanya itu. perkara diterima atau tidak, setidaknya ia sudah berjuang demi cintanya itu. Maka dengan penuh kelapangan hati, Salim mendatangi keluarga Kinasih di kota. Ia bertemu dengan kedua orang tua Kinasih. Ia sampaikan maksud dan niatnya untuk melamar Kinasih. Sayang, orang tua Kinasih menolak dirinya dengan mentah-mentah. Mereka tidak terima anaknya dilamar oleh seorang pemuda kampung yang tak bermasa depan.

Pada akhirnya, waktu yang menjawab hubungan asmara di antara mereka. Hubungan yang tak direstui itu, tetap berakhir tanpa persetujuan. Kedua belah pihak menemui pasangan hidup mereka masing-masing, namun kenangan itu masih tersimpan rapi dalam benak mereka.

Adakah dendam di antara mereka?

Jika dibaca lebih detil dalam novel ini, rasanya seperti tidak ada dendam antara Kinasih dengan Salim. Meski cintanya tak berbalas, Salim yang sempat remuk redam, sepertinya tidak ada dendam dengan Kinasih sendiri. Ini terbukti dengan betapa lapang hatinya, mau menerima kunjungan dari Kinasih dan Suaminya pada suatu waktu setelah mereka berpisah dan berkeluarga. Meski bukan Salim yang bersanding dengan Kinasih, Salim tetap mau menerima kehadiran Kinasih dan Suaminya untuk sekadar bermain dan menengok keadaan kampung itu.

Berkaca dari peristiwa yang dialami Salim, rasanya jarang sekali kita menemukan sosok yang demikian adanya. Salim yang telah remuk redam dihina oleh keluarga Kinasih, dengan keiklasan hatinya ia masih mau menerima kunjungan itu. Ini jarang sekali ditemukan pada orang-orang yang pernah dibuat demikian. Rata-rata kita akan menyimpan dendam itu sampai kapan pun. Namun berbeda dengan tokoh Salim. Ibarat kaca, Salim adalah kaca yang berusaha tetap tegar meski retak hatinya masih ada dan selamanya tetap luka. Dan kita patut meniru kebesaran dan kelapangan hati si Salim.

Tabik.

***

Judul Buku      : Selalu Ada Cinta dalam Cerita

Penulis            : Barkah Azhari

Jumlah Hal     : 128 Halaman

Tahun Terbit   : 2023

ISBN               : 978-623-5518-93-0

Penerbit           : CV. Diomedia

*Andan Prayoga adalah seorang guru muda bahasa Indonesia. Ia mengajar di SMPS Pelopor Mandau, Bengkalis, Riau sampai sekarang. Buku kumpulan cerpennya yang berjudul “Bayangan Kisah” dan “Sebuah Tragedi tentang Hati Nurani” telah diterbitkan oleh penerbit Guepedia. Beberapa tulisannya dapat dilihat di beberapa situs, antara lain unycommunity.com, sebariskata.com, sekolahpelopor.sch, juga belajarbahasakita.wordpress.com. Penulis dapat disapa melalui instagram @andan_prayoga.

Back to list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *