Memoar

Tentang Komunitas Menulis Memoar

Tahun 2017 menjadi titik kisar perjalanan menulis memoar bersama-sama mengundang publik dengan kekuatan internet di lini masa berbasis poster. Memoar pertama terbitan kami bercerita tentang pengalaman belanja buku dengan judul Atas Nama Buku Memoar Teladan Para Pembelanja Buku yang diikuti oleh puluhan memoaris dari berbagai kalangan. Setelah itu, tiap bulan mengundang menulis memoar beragam tema karena menulis memoar bisa menyembuhkan luka batin dan merawat kesehatan mental. Dorongan menulis inilah yang akan terus dikembangkan agar bangsa Indonesia menjadi masyarakat literat.
Bahkan meningkat undangan menulis selanjutnya hingga kini menggunakan poster yang sudah didesain sampulnya dengan jelas judul buku memoarnya. Sehingga orang-orang mudah menuangkan kenangan masa lalu untuk dibagikan di dalam memoar yang mengasyikkan. Program menulis memoar terus berlanjut tak lekang oleh waktu dan berkembang melahirkan buku-buku inspiratif.
Keberkahan menulis bersama tentu banyak mendapatkan manfaat, baik personal maupun interpersonal. Program menulis memoar dirasakan berpendar dalam jiwa dan mengalir hingga beban hidup terasa ringan karena diungkapkan. Itulah manfaat menulis memoar. Berkat menulis, kita bisa mengenali diri sendiri lebih dalam. Saat menulis memoar, kita mendengarkan suara hati yang paling jujur. Peristiwa ini akan mengembangkan kesadaran emosional lebih peka terhadap resolusi hidup masa lalu sehingga bisa menatap masa depan lebih baik. Terlebih ketika menyadari potensi, hal-hal yang belum dieksplor dari dalam membuat semangat menyala untuk ditindaklanjuti kemudian.
Selain menulis memoar bersama, satu per satu memoaris telah menulis memoar tunggal dan berhasil menulis biografi tokoh. Juga rutin mengadakan peluncuran buku baru dan musyawarah buku. Berbagai pelatihan kepenulisan dengan beragam genre juga diprogramkan secara berkala: menulis cerita anak, pengembangan diri, novel, cerpen, esai, puisi, mahir mendesain dengan Canva, melayout buku, menyunting naskah, dan keterampilan lainnya yang berhubungan dengan penerbitan independen. Sejak 2021 kami menyelenggarakan Festival Memoar dan Memoaris yang mempertemukan memoaris untuk bercerita tentang kehidupan dari seri memoar yang telah terbit.
Kini ada sekitar 1000 memoaris yang aktif dalam komunitas ini, dengan lebih dari 200 judul buku yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Diomedia, di antaranya Keluar dari Zona Nyaman, Siap Bertumbuh Siap Berkembang, From Nothing To Something, 19 Cerita Anak Indonesia, Menjadi Pribadi Yang Bahagia dan Selalu Bersyukur, The Miracle of Life, Menulis Memoir Jiwaku Berpendar, dan Menerobos Pendidikan Indonesia.
Komunitas Menulis Memoar didirikan oleh Ngadiyo, seorang memoaris yang bekerja sebagai CEO Penerbit Diomedia. Sehari-hari ia memberikan pelayanan konsultasi menulis dan menerbitkan buku, serta memenuhi undangan workshop menulis memoar di berbagai kampus, komunitas, dan lembaga. Menyelenggarakan Festival Memoar dan Memoaris sejak 2021 dan Pekan Literasi Indonesia 2021 bersama teman-teman pegiat literasi. Juga menjadi dosen praktisi penyuntingan di beberapa kampus.
Kegiatan Komunitas Menulis Memoar dapat diikuti di Instagram dan Twitter: @menulismemoar

Back to list

One thought on “Tentang Komunitas Menulis Memoar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *