Resensi

Bahagia itu Dekat

Oleh Rosita Cahya Amirul*

 

Buku “Zahroh Sa’adah Bunga Kebahagiaan” ini menceritakan tentang manusia yang sibuk mencari kebahagiaan sampai lupa untuk menikmati, padahal bahagia itu datang dari Allah setiap hari. Kebahagiaan bukan ada pada wajah, kaki, dan tangan, namun kebahagiaan terletak di dalam hati. Apabila dalam hati sudah merasakan bahagia, maka semuanya akan mengikuti untuk bahagia. Sebab, hati yang dapat mengendalikan mata, telinga, tangan, kaki, dan sebagainya. Secara fitrah, tujuan utama manusia dalam hidup yaitu ingin bahagia. Jika manusia sudah bahagia, maka dia tidak akan menginginkan yang lainnya.

Dalam buku ini diceritakan bahwa “bahagia itu sederhana”, artinya ketika kita memiliki ilmu, lalu kita dapat mengamalkannya. Untuk mendapatkan kebahagiaan, manusia tidak cukup hanya paham dan sadar saja, namun juga harus memiliki kemauan dan mengamalkannya. Kita tidak akan menemukan kebahagiaan, jika dalam hati kita terpenuhi oleh racun penyakit yang dapat membuat sesak bahkan melukai hati diri sendiri. Di dunia memang tidak ada yang tidak punya masalah, namun orang yang kenal Allah akan menyikapi masalah dengan sabar, tenang, dan berprasangka baik, itulah cara yang terarah. Tujuan hidup bukan hanya sekedar mengembangkan potensi dan talenta dalam diri saja, akan tetapi tujuan yang dapat membawa kebaikan bagi orang-orang disekitarmu.

Jika kita terlalu memiliki banyak beban akan menderita, namun lebih menderita lagi jika banyak cita-cita tetapi tidak berusaha sama sekali. Ketika sesorang menginginkan sesuatu dengan beranggapan “tidak mungkin”, tentu hasilnya akan gagal. Sebab kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaan itu datang kepada orang yang memiliki kesadaran, bahwa segala sesuatu itu “bisa terjadi”. Dalam buku ini juga dijelaskan bahwa tanda-tanda orang yang memperoleh kebahagiaan itu seperti, apabila bertambah ilmu ia tawadhu, apabila bertambah rasa takut kepada Allah ia bertambah hati-hati, apabila bertambah umur ia berkurang kecintaannya dengan dunia, apabila bertambah harta ia bertambah kedermawaannya, dan apabila bertambah popularitas ia bertambah dekat dengan masyarakat. Banyak orang yang sukses bukan karena ilmunya, tetapi karena dia berakhlak. Dan, tidak sedikit pula orang berilmu tinggi yang jatuh binasa karena tidak ada akhlak.

Tersenyum adalah cara paling sederhana untuk memperbaiki mood. Sehingga dengan senyum, kita akan menjalani hidup dengan lebih damai, tenang, dan bahagia. Senyum menjadi lambang keramahan. Dengan menebarkan senyum, orang lain akan merasa nyaman dekat dengan kita. Senyum dapat mencegah penuaan dini. Senyum dapat mengurangi rasa sakit yang diderita, dan mencegah penyakit stroke, membuat jantung dan paru-paru sehat, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Singkatnya, senyum bisa menjadi obat alami. Kita hidup tidak boleh berputus asa, sebab Allah tidak akan melupakan bagian dari kebahagiaan kita. Ada masa nya kita sedih, dan ada masanya kita bahagia. Tetapi, untuk mendapat kebahagiaan yang indah, kita harus dapat melewati bagian dari yang menyakitkan dahulu. Seberat apapun masalah, serumit apapun jalan rintangannya akan sirna dengan tetesan keringat perjuangan dan air mata doa.

Seorang hamba yang dekat dengan Allah, akan mendapat manfaat yang besar, dosa-dosa nya memperoleh ampunan, setiap titian munajat doa nya dikabulkan, kesulitan nya dimudahkan, dan setiap geraknya mendapat bimbingan menuju kebaikan. Manusia yang mempunyai keterbatasan saja, berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan orang yang dicintai. Apalagi Allah yang kuasa-Nya tanpa batas, pasti akan senantiasa melimpahkan kebahagian kepada hamba yang diridhai-Nya, kepada hamba yang dicintai-Nya, kepada hamba yang dikasihi-Nya. Maka dari itu pentingnya ridha Allah dalam kehidupan kita sebagai hamba-Nya.

 

Data Buku

Judul: Zahroh Sa’adah  Bunga Kebahagiaan

Penulis: Ali Azhar

Penerbit: CV. Diomedia

Tahun Terbit: Juni 2021

Tebal Buku: 130 halaman

Harga Buku: Rp. 60.000

ISBN: 978-623-7880-72-1

 

*Rosita Cahya Amirul, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Tinggal di Sragen.

Back to list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *