Resensi

Keluarga Kunci Bahagia

Oleh Rahmad Nanda Viky Susanto*

 

Novel Rio dan Ona merupakan buku cerita anak. Kisahnya menceritakan seorang anak dan keluarganya yang sedang berlibur di Pulau Sangiang. Suasana menegangkan dan menyenangkan sangat dirasakan oleh Rio dan Ona sekeluarga. Karena diliburannya, mereka mendapatkan pengalaman yang baru. Rio dan Ona adalah sosok kakak beradik yang patut dicontoh dan ceritanya sangat menginspirasi bagi anak-anak. Karena dengan keberanian dan rasa kasih sayangnya, mereka berani mengambil resiko demi hal yang disayangi.

Ona adalah anak sulung yang berumur 8 tahun. Anak perempuan itu memiliki ciri berkulit kuning pucat dan pipinya sedikit tembam bersemu merah muda dan berambut panjang sedikit berombak yang berwarna hitam. Lalu adiknya bernama Rio yang berumur 6 tahun. Rio memiliki tinggi sebahu dari kakaknya. Mereka merupakan kakak beradik yang bertempat tinggal di kompleks perumahan kota satelit.

Keluarga kecil yang terdiri dari Ayah, Ibu, Ona, dan Rio merupakan keluarga yang bahagia. Mereka tinggal di rumah kompleks dengan satu orang pengasuh yang bernama Bi Atik. Bi Atik adalah pengasuh Ona dan Rio. Dalam kehidupan antara Ona dan Rio sangat mencerminkan keakraban antara seorang kakak dan adik. Walaupun akrab dan saling kasih sayang, tidak memungkiri adanya sebuah perselisihan di antara keduanya. Sebuah perselisihan kecil sering terjadi antara Ona dan Rio. Kasih sayang yang diberikan Ona kepada Rio tidak hanya di rumah saja, tetapi juga di luar rumah seperti saat sekolah.  Sepulang dari sekolah, Ona dan Rio sangat bergembira karena keesokannya merupakan hari libur.

Hari libur telah tiba. Keluarga kecil tersebut berlibur ke sebuah pulau yang sangat diidamkan oleh Ona san Rio. Perjalanan ke sebuah pulau, dimulai dengan menaiki mobil, kemudian dengan kapal. Saat menuju ke sebuah Pulau Sangiang, Ona dan Rio tertidur lelap. Hampir sesampainya di pulau itu, teriakan seorang anak muda yang bernama Jojo membangunkan Ona dan Rio dari tidur. Jojo adalah seorang anak muda dari nahkoda kapal bernama Pak Yanto yang dinaiki Ona dan Rio saat menuju Pulau Sangiang. Sesampainya di penginapan, terdapat seorang ibu yang bernama Bu Eni. Ia adalah pengelola penginapan yang ditempati Ona dan Rio.

Penginapan yang bernama Pondok Cemara merupakan penginapan yang sangat cocok untuknya ditempati. Karena menghadap ke pantai dengan pemandangan yang indah. Setelah Ona dan Rio menikmati pemandangan yang ada, Jojo yang merupakan anak dari pengelola penginapan itu mengajari Rio memancing dengan kakaknya. Karena saat itu matahari masih sangat panas, Ona dan Rio beristirahat terlebih dahulu sembari menunggu senja. Sore pun sudah tiba, Ona dan Rio bersama ayah ibu bergegas bermain di pantai sambil menikmati suasana senja. Saat senja berganti dengan malam, keluarga kecil itu mulai meninggalkan pantai dan bergegas ke pondok makan untuk menikmati santap malam. Selesainya makan malam, Ona dan Rio sudah mulai mengantuk dan kembali ke pondok penginapan untuk tidur.

Keesokannya, keluarga kecil itu berencana untuk jelajah alam di bukit belakang. Jalan menuju kesana dimulai dengan jalan pasir batuan sampai bersemak dan sedikit menanjak. Jalan setapak dan pemandangan tanaman hutan memberikan semangat kepada Ona dan Rio untuk melangkah. Sesampainya di padang yang luas, mereka menghentikan langkahnya untuk beristirahat dan menikmati makan siang. Selesai menikmati makan siang, Ona dan Rio berkeliling bersama ayah untuk menikmati tumbuhan hutan yang ada. Seketika Ona kaget dengan hadirnya dua ekor kelinci buntal yang menempel di kaki. Hadirnya dua ekor kelinci membuat Rio bertambah senang karena lucu dan menggemaskan, lalu mereka berdua bermain bersama dengan kelinci dan boneka Ona.

Waktu sudah menunjukkan akan sore, Ona dan Rio harus bergegas untuk kembali ke pondok dan berpisah dengan kelinci yang baru ia temui. Ona dan Rio mulai merasa sedih karena harus berpisah dengan teman barunya yaitu dua ekor kelinci. Sesampainya di pondok, mereka menikmati makan malam yang hangat dengan pemanggangan di depan Pondok Cemara. Saat mau beranjak tidur, Ona mulai menyadari dan mencari-cari boneka kesukaannya sampai terlelap dengan suasana malam yang ada.

Hari sudah pagi dan Ona pun masih merasa sedih karena boneka kesayangannya belum ditemukan. Karena itu, keluarga kecil bergegas untuk kembali ke bukit dan menyusuri jalan untuk mencari boneka Ona. Sesampainya di bukit, Ona dan Rio tidak melihat adanya boneka dan dua kelinci yang ia temui kemarin. Karena dirasa bonekanya tidak dapat ditemukan, lalu ayah mengajak untuk turun dan kembali ke Pondok Cemara.

Saat perjalanan menuju pondok, sebuah tragedi menghampiri keluarga itu. Sampai seketika, mereka tersesat dan berjumpa kembali dengan dua ekor kelinci yang ditemui kemarin. Tanpa disadari, kelinci itu seperti mengerti apa yang sedang dialami oleh Ona dan Rio. Tanpa sangka dengan kesulitan, kelinci itu membawakan boneka kesayangan Ona. Walaupun boneka sudah ditemukan, keluarga kecil itu masih tersesat dan terus mencari titik yang dikasih tau Jojo melalui pesan telepon yang sempat terhalang jaringan. Di titik itu, Jojo dan Pak Yanto akan menyusul dan mendirikan tenda untuk bermalam.

Pagi di dalam tenda dirasakan oleh keluarga dan sobat kecil. Mereka semua terbangun dan menyantap sarapan pagi dengan mie instan lalu bergegas kembali ke pondok. Selesainya mereka bersih-bersih di pondok, rencana selanjutnya adalah menyelam untuk melihat pemandangan bawah laut. Karena sudah lelah menikmati pemandangan langka di bawah laut di titik pertama, Ona dan Rio serta ibu dan ayah menikmati makan siang dengan Pak Yanto dan Jojo.

Kemudian mereka semua melanjutkan ke titik kedua. Dirasa sudah puas, mereka semua kembali ke pondok karena waktu sudah sore menjelang malam. Sesampainya di pondok, tanda hujan mulai kelihatan lalu Ona dan Rio sekeluarga kembali ke pondok untuk menunggu sandapan malam yang akan diantarkan. Selesai makan, keluarga kecil itu bercerita dengan menikmati rintik-rintik hujan. Karena malam ini adalah malam terakhir mereka menginap di Pondok Cemara.

Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya setelah hujan semalaman. Untuk itu, Ona dan Rio sekeluarga pergi ke pondok makan untuk sarapan. Seusai sarapan, Ona dan Rio berjalan-jalan dan menikmati ikan-ikan yang ada di dermaga. Saat Ona haus dan pergi minum ke pondok, ia melihat satu kelinci yang pernah dijumpai dan mengisyaratkan untuk meminta bantuan. Lalu, mereka mengikuti perginya kelinci sampai ke sebuah tebing. Terlihatlah kelinci yang satunya di bibir tebing akan dimangsa oleh biawak. Ayah, Jojo, dan Rio berusaha untuk menyelamatkan kelinci dengan keadaan yang menegangkan.

Dengan keberanian Rio, akhirnya kelinci itu dapat diselamatkan dan dibawa ke pondok. Sesampainya di pondok, mereka mengobati kelinci dengan perlengkapan yang ada. Karena dirasa tidak memungkinkan, kelinci itu dibawa Ona dan Rio untuk diobati di tempat dokter serta dirawat oleh Ona dan Rio di rumah.

Data Buku:

Judul               : Rio dan Ona “Petualangan di Pulau Sangiang”

Penulis            : FX. Tjhin

Penerbit           : Diomedia

Cetakan           : Cetakan pertama, Januari 2022

Tebal               : 128 halaman, 13×19,5 cm

ISBN               : 978-623-5518-28-2

 

*Rahmad Nanda Viky Susanto, Mahasiwa progam studi Tadris Bahasa Indonesia, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said  Surakarta.

 

Back to list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *