Resensi

Kebohongan Mengakibatkan Kehancuran

Oleh Lisa Wahyuningsih

Buku “Rahasia Jojo Sang Juara” ditulis oleh Eko Marini. Buku ini mengisahkan seorang murid bernama Jojo yang memiliki perawakan kurus, agak tinggi dan berkulit hitam. Anak dari keluarga sederhana dan juga ramah. Kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh. Berangkat sekolah dengan jalan kaki, berbeda dengan teman-temannya yang naik sepeda atau bahkan diantar orang tuanya menggunakan mobil. Meskipun begitu, Jojo bersyukur masih bisa bersekolah, ia juga tidak malu.

Andi anak pintar, ia selalu mendapat juara satu di kelas. Anak dari keluarga kaya raya, semua yang Andi inginkan bisa langsung terpenuhi. Ayah Andi seorang pengusaha yang rendah hati. Berbeda dengan anaknya yaitu Andi, ia selalu menyombongkan dirinya. Mulai dari juara satu yang selalu ia raih, fasilitas handphone, mobil serta sopir yang selalu mengantar Andi ke manapun Andi pergi.

Di kelas setelah selesai jam pelajaran, bu guru selaku wali kelas memberikan pengumuman penting. Isi dari pengumuman itu adalah sekolah akan mengadakan seleksi olimpiade sains tingkat kabupaten untuk semua siswa atau siswi sekolah yang ingin mengikuti. Pihak sekolah memberi waktu selama satu bulan untuk persiapan sebelum mengikuti seleksi olimpiade sains. Hadiah yang ditawarkan sangat bagus, berupa sebuah sepeda dan juga uang pembinaan. Setelah mendengar pengumuman dari Ibu guru, Jojo menjadi sangat tertarik untuk mengikuti. Jojo ingin mempunyai sepeda sendiri, sekarang Jojo sedang menabung untuk membeli sepeda. Akan tetapi setelah mendengar pengumuman tadi, ia menjadi tertarik untuk mengikuti agar bisa mendapatkan sepeda. Semangat Jojo sempat dipatahkan oleh teman satu kelasnya yang bernama Andi. Andi mengejek Jojo dan mengatakan kalau Jojo pasti tidak akan bisa karena Jojo dari keluarga miskin dan tidak punya banyak buku untuk belajar. Mendengar hal tersebut, Jojo menjadi sedih dan tidak percaya diri. Lalu, Jojo pulang kerumah karena memang sudah jamnya pulang sekolah.

Setelah sampai di rumah, Jojo dipanggil ibunya untuk makan siang. Sang Ibu yang melihat wajah murung anaknya langsung mendekat dan bertanya ada apa dengan Jojo. Jojo hanya diam, ia tidak ingin jujur kalau ia membutuhkan buku untuk belajar karena tidak ingin membebani pikiran ibunya. Setelah selesai makan, Ibu Jojo meminta tolong kepada Jojo untuk mengantarkan pakaian yang sudah di cuci dan disetrika Ibu Jojo kerumah tetangga yang bernama tante Rini. Sampai di rumah tante Rini, Jojo dipersilakan untuk masuk terlebih dahulu. Jojo awalnya duduk di ruang tamu, tanpa sengaja melihat beberapa rak buku yang tersusun rapi. Jojo mendekat dan mengambil salah satu buku tersebut. Dilihat dan dibuka, ternyata dari sekian banyak buku-buku yang berjajar di rak buku kebanyakan buku sains. Ternyata tante Rini adalah guru sains, maka dari itu punya banyak buku sains. Setelah itu tante Rini datang dan Jojo berpamitan untuk pulang. Tante Rini sempat melihat Jojo, sepertinya sangat tertarik dengan buku-buku tersebut, dengan inisiatif tante Rini mengambil beberapa buku dan diberikan kepada Jojo. Bahkan, tante Rini mengatakan kepada Jojo kalau Jojo ingin membaca buku-buku tersebut bisa meminjam kerumahnya lagi. Jojo sangat senang dan mengucapkan terima kasih, lalu pamit pulang sambil membawa buku pemberian tante Rini.

Sampai di rumah, Jojo memanggil Ibunya. Jojo bercerita kalau ia diberi beberapa buku oleh tante Rini dan ingin mengikuti seleksi olimpiade sains agar bisa mendapat hadiah sepeda. Jojo dengan semangat membaca dan mempelajari buku-buku tersebut. Ibu Jojo juga mendukung penuh keinginan Jojo untuk mengikuti seleksi olimpiade sains, bahkan Ibu Jojo juga memberi rahasia agar bisa menjadi sang juara. Berbeda dengan Andi, hari ini ia sedang menunggu Ayah pulang bekerja. Ia ingin meminta hadiah yang dijanjikan oleh Ayahnya berupa gawai atau handphone baru. Ayah Andi berkata kalau sudah diberi handphone, Andi harus lebih semangat belajar dan tidak boleh diisi dengan game. Andi menyetujui hal itu, akan tetapi Andi mengingkari persetujuan tersebut. Andi pergi kekamar kakaknya yang sedang belajar, ia merengek agar handphone barunya diisi dengan game offline. Karena kakaknya merasa terganggu, akhirnya kakaknya menuruti permintaan Andi, setelah itu Andi pergi ke kamarnya untuk memainkan game tersebut, sampai-sampai ibu Andi yang memanggil Andi pun tidak ia dengar. Malam harinya, setelah selesai belajar Andi bermain game lagi sampai larut malam, Andi berencana membawa handphone-nya ke sekolahan untuk ditunjukkan kepada teman-temannya.

Pagi hari yang cerah, seorang siswa laki-laki yang bernama Andi sedang memperlihatkan barang barunya yaitu handphone beserta aplikasi game. Andi mengatakan bahwa ia mendapat hadiah dari Ayahnya handphone baru, Andi juga mengatakan kalau teman-temannya pasti tidak bisa membeli handphone seperti punya Andi karena harganya yang mahal. Mereka sangat berminat dengan handphone dan game milik Andi.

Bel istirahat berbunyi, waktu istirahat biasanya Jojo gunakan untuk bermain bersama Rama. Rencananya hari ini Jojo ingin mengajak Rama pergi ke perpustakaan, akan tetapi Rama memilih untuk tetap dikelas melihat game milik Andi. Andi sempat berulah, ia berkata kepada Jojo kalau Jojo merasa iri karena sekarang semua anak laki-laki memilih dekat dengan Andi agar bisa melihat Andi bermain game dari pada bermain dengan Jojo. Andi tidak mengizinkan teman-temannya untuk memainkan game-nya karena Andi takut handphone-nya rusak. Akhirnya Jojo memilih pergi ke perpustakaan sendiri untuk membaca dan meminjam buku sains untuk ia pelajari. Bel masuk berbunyi, pada saat Jojo berjalan menuju kelas, tanpa sengaja ia bertemu dengan adik kelasnya yang bernama Karin. Karin salah satu siswi berprestasi, ia juga sering memenangkan lomba. Karin menyapa Jojo dan sedikit berbincang, Karin membuat janji besuk ia ingin mengajak Jojo untuk membaca buku pada jam istirahat dan akan memberi rahasia agar bisa menjadi sang juara dan Jojo menyetujui hal itu. Jojo pamit ke kelas karena ia sudah terlambat, dan benar saja pelajaran sudah dimulai. Jojo mulai memperhatikan guru yang sedang menerangkan materi. Sedangkan Andi, ia tidak fokus karena yang dipikirkan hanyalah ingin cepat-cepat selesai pelajaran agar bisa bermain game lagi. Bahkan, Ibu guru sempat bertanya kepada Andi kaget karena bisanya setiap Andi diberi pertanyaan ia selalu bisa menjawab, tapi kali ini ia tidak bisa menjawab dan ditertawakan teman-teman kelas. Selesai jam pelajaran, ibu guru mengingat kembali agar siswa atau siswinya semakin giat belajar untuk mengikuti seleksi olimpiade.

Pulang sekolah Jojo langsung belajar, ia membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah sewaktu istirahat tadi. Ibu jojo datang dan memberikan beberapa buku pinjaman dari tante Rini untuk belajar Jojo. Jojo sangat senang dan berterima kasih kepada Ibunya. Pagi hari di sekolah, teman-temannya ternyata sudah membentuk kelompok belajar, Adit dan Rama yang rumahnya dekat dengan Jojo memilih berkelompok dengan Andi karena selain belajar mereka juga bisa bermain game di rumah Andi. Akhirnya, Jojo memilih belajar bersama dengan adik kelasnya yang bernama Karin karena satu-satunya teman yang rumahnya dekat dengan Jojo. Rama sempat meminta maaf kepada Jojo karena ia yang biasanya lebih sering bersama Jojo kini memilih berkelompok dengan Andi. Andi yang juga berada di dekat mereka pun mengatakan kalau sebenarnya Jojo juga boleh berkelompok dengannya, tapi tidak boleh meminjam game-nya karena Jojo tidak punya handphone bagus seperti milik Andi. Setelah itu, Andi mengajak teman kelompoknya untuk masuk ke mobil Andi karena mobil jemputannya sudah datang, mereka semua naik ke mobil dan pergi ke rumah Andi. Jojo hanya melihat dari kejauhan dan menepuk dada. Tidak lama Karin datang dan mengajak Jojo belajar bersama. Sebelum itu, Jojo sempat bertanya kepada Karin apakah ia tidak malu belajar bersama Jojo yang berkulit hitam. Karin menjawab kalau ia bukanlah orang yang membeda-bedakan warna kulit, lalu mereka belajar bersama di perpustakaan. Mereka juga sudah sepakat selama sebulan persiapan seleksi olimpiade mereka akan belajar bersama.

Di lain tempat, Andi dan teman-temannya sudah sampai di rumah Andi. Andi mengambil beberapa buku untuk mereka pelajari, akan tetapi bukannya mereka belajar malah mereka asyik bermain game. Andi bermain game di handphone barunya, sedangkan teman-temannya bermain game di playstation milik Andi. Karena orangtua Andi sedang tidak ada di rumah, maka mereka semua bebas bermain game sepuasnya. Sampai sore tiba, Andi menghentikan game-nya dan mengatakan agar teman-temannya segera pulang karena ayah Andi sebentar lagi pulang. Ia takut ayahnya marah karena Andi ketahuan bermain game seharian ini. Dari siang pulang sekolah yang seharusnya mereka berkelompok untuk belajar persiapan seleksi olimpiade, mereka malah terlalu asyik bermain game dan melupakan tujuan utamanya, yaitu belajar.

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, di mana hari seleksi olimpiade sains dilaksanakan. Pagi-pagi sekali Andi, Rama dan Adit sudah berada di sekolah, berbeda dengan Jojo yang masih di jalan. Jojo berangkat sekolah dengan jalan kaki, pada saat di jalan ia mendengar suara kucing yang seperti minta tolong, Jojo melihat ke selokan samping ternyata ada kucing terjebak di selokan. Jojo menolong kucing tersebut, setelah itu melihat jam ternyata hampir terlambat. Jojo ingat kalau ada seleksi olimpiade sains. Akhirnya, Jojo berlari dengan kencang agar bisa segera sampai di sekolah tidak terlambat. Sampai di sekolah, Jojo segera masuk ke dalam ruangan dan duduk di tempatnya untuk mengerjakan soal yang ada. Jojo mengerjakan dengan lancar, sedangkan Andi dan teman-temannya merasa kebingungan karena waktu yang seharusnya ia gunakan untuk belajar malah ia gunakan bermain game. Sehingga, pada waktu seleksi ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang ada. Akan tetapi, mereka sudah menyiapkan contekan yang ia siapkan tadi pagi, Andi berpura-pura meminta izin ke kamar mandi padahal yang sebenarnya terjadi, ia membuka contekan dan membaca jawaban tersebut terlalu menghafalkannya dan kembali ke kelas dan menulis jawaban tersebut di lembar jawaban. Rama juga membuka contekannya di kelas dengan sembunyi-sembunyi. Waktu sudah selesai dan mereka semua mengumpulkan lembar jawaban ke pengawas. Setelah keluar dari ruangan, Andi sempat berkata kepada Jojo agar Jojo tidak berharap lebih karena Jojo tidak pernah bisa menyaingi Andi yang notabenya Andi selalu mendapat juara satu. Teman-teman di ruangan serta Jojo sebenarnya tahu kalau Andi dan teman-temannya mengerjakan soal dengan tidak jujur atau menyontek. Tapi mereka diam saja karena mereka sudah diancam oleh Andi, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.

Setelah satu minggu pengumuman perwakilan olimpiade tingkat kabupaten akhirnya diumumkan. Siswa yang mendapat nilai terbaik pertama Andi, kedua Rama dan ketiga baru Jojo. Jojo merasa kecewa karena ia merasa sudah belajar dengan sungguh-sungguh, sedangkan Andi dan Rama hanya dengan menyontek saja tidak belajar bisa mendapatkan nilai terbaik. Pulang sekolah dengan perasaan sedih Jojo. Sampai di rumah, ditanya oleh ibunya kenapa Jojo berlari dengan kencang, lalu Jojo menceritakan semuanya kalau ia sangat kecewa. Ia sudah belajar dengan sungguh-sungguh tetapi gagal menjadi yang terbaik, sedangkan Andi dan teman-temannya hanya sekedar menyontek saja bisa menjadi yang terbaik. Ibu Jojo memberi nasehat kepada Jojo kalau mencontek itu tindakan yang tidak baik, mereka akan mendapat balasannya. Ibu Jojo juga mengingatkan agar Jojo fokus pada tes olimpiade tingkat kabupaten. Semenjak saat itu, Jojo menjadi lebih bersemangat belajar agar ia bisa menjadi juara dan mendapat hadiah sepeda.

Tiba saatnya Jojo, Andi dan Rama berangkat ke kabupaten untuk olimpiade. Andi dan Rama diantar oleh orang tuanya menggunakan mobil masing-masing, sedangkan Jojo diantar ayahnya ke sekolah menggunakan sepeda ontel. Sampai di sekolah, Jojo berangkat bersama guru menggunakan mobil guru. Jojo khawatir mabuk perjalanan, maka dari itu Jojo meminta izin untuk meminum obat agar tidak mabuk, akan tetapi ibu guru berkata kalau tidak usah saja karena perjalanan hanya sebentar. Selama perjalanan, Jojo hanya bisa memejamkan mata dan berharap tidak mabuk perjalanan, akan tetapi saat hendak sampai Jojo merasa tidak enak badan, perutnya mual serta pusing. Setelah sampai di tempat, Jojo langsung keluar dari mobil dan menuju toilet untuk memuntahkan isi perutnya. Jojo sempat lemas, setelah diberi minyak oleh Ibu guru Jojo kembali sehat. Tepat setelah itu, pengumuman akan dilaksanakan olimpiade terdengar, maka dari itu Andi, Rama dan juga Jojo segera masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan Andi dan Rama mendapat tempat duduk yang paling depan, sedangkan Jojo berada di tengah. Selama proses mengerjakan, Andi dan Rama tidak bisa menjawab pertanyaan dengan baik karena tidak belajar. Mereka terlalu asik bermain game, ingin izin ke kamar mandi pun mereka harus diantar oleh pihak panitia agar tidak ada terjadinya kecurangan. Maka dari itu, mereka tidak bisa mencontek, sedangkan Jojo bisa menjawab pertanyaan dengan lancar. Setelah selesai mengumpulkan lembar jawaban, Jojo keluar dengan sumringah, sedangkan Andi dan Rama mereka tampak kecewa karena tidak bisa menjawab pertanyaan dengan baik.

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, di mana tepat pada hari senin sekolahan akan mengumumkan pemenang dari olimpiade sains tingkat kabupaten. Setelah selesai upacara, pengumuman pemenang olimpiade sains diumumkan dan ternyata pemenangnya adalah Jojo. Jojo sangat terkejut tetapi juga senang, begitu banyak teman-temannya yang memuji hasil kemenangan Jojo. Jojo dipanggil ke depan untuk diberikan mendali dan piala, banyak teman-teman Jojo kagum dengan Jojo karena bisa mengalahkan Andi yang notabenya ia selalu menjadi juara kelas. Setelah pengumuman, semua murid-murid masuk ke dalam kelas dan melaksanakan pembelajaran seperti biasa. Jojo juga tidak lupa memberitahu karin kalau ia berhasil memenangkan olimpiade tersebut, Karin memberi ucapan selamat kepada Jojo.

Banyak dari teman-teman Jojo yang bertanya kepadanya apa rahasia dari kemenangan Jojo. Jojo memberikan rahasia tersebut dengan cara menulis di lembar kertas lalu memasukkan ke dalam amplop dan ia berikan kepada salah satu temannya untuk ia baca dengan lantang setelah Jojo pulang. Teman yang ditunjuk Jojo membacakan isi dari amplop tersebut, teman-teman mendengarkan, mereka sadar bahwa selama ini mereka terlalu asik bermain game dan kurang belajar serta kurang membaca buku. Mereka semua menyesal karena lebih sering bermain game daripada belajar.

Sedangkan Jojo dengan langkah tergesa-gesa ingin segera sampai di rumah untuk memberitahu kepada orang tuanya kalau ia sudah berhasil menjadi juara. Dengan wajah sumringah, ia memberitahu ibunya bahwa ia menjadi juara olimpiade sains tingkat kabupaten, Ibunya sangat bangga kepada Jojo. Keesokan paginya, Jojo mengajak ayahnya ke kabupaten untuk mengambil hadiah sepeda serta uang yang diberikan pihak kabupaten sebagai hadiah olimpiade. Jojo sangat senang karena dia bisa mendapatkan hadiah sepeda, Jojo pulang menggunakan sepeda barunya, bersama ayah Jojo berada di belakang menggunakan sepeda yang biasa di gunakan. Usaha tidak menghianati hasil, itulah yang dirasakan Jojo saat ini, ia menjadi nomor tiga ketika seleksi olimpiade sain akan tetapi ia menjadi yang pertama ketika olimpiade sains tingkat kabupaten karena Jojo belajar dengan sungguh-sungguh.

Data Buku

Judul: Rahasia Jojo Sang Juara

Penulis: Eko Marini

Penerbit: CV. Diomedia

ISBN: 978-623-7880-69-1

Tebal Buku: 100 halaman

Cetakan: Cetakan pertama, Mei 2021

Harga Buku: 75.000

 

*Lisa Wahyuningsih, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Tinggal di Boyolali.

Back to list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *