ANJING DUA TUAN Sekolah Penyembah Nasab dan Modal
ANJING DUA TUAN Sekolah Penyembah Nasab dan Modal Original price was: Rp 65.000,00.Current price is: Rp 60.000,00.
Back to products
Pelangi dan Kuda Poni
Pelangi dan Kuda Poni Original price was: Rp 75.000,00.Current price is: Rp 60.000,00.

Generasi Alergi Hukum Menuju Teori Alergi Hukum Pidana

Original price was: Rp 100.000,00.Current price is: Rp 90.000,00.

Generasi Alergi Hukum

Menuju Teori Alergi Hukum Pidana

 Jason Thimoty Silitonga

Category:
Description

“Alergi” bukan retorika semata. Ia adalah metafora analitis yang dipilih karena secara struktural akurat menggambarkan apa yang sedang dijelaskan.

Dalam imunologi, alergi adalah kondisi di mana sistem tubuh mengembangkan reaktivitas yang berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak selalu berbahaya. Reaksi itu muncul seketika ia berkembang melalui proses sensitisasi yang bertahap dan seringkali tidak di sadari. Begitu terbentuk, reaksi alergi cenderung persisten, dan bahkan dapat semakin intens pada paparan berikutnya. Yang paling penting alergi bukan serangan dari luar, ia Adalah gangguan yang lahir dari dalam sistem itu sendiri, sebuah respons yang salah sasaran terhadap sesuatu yang seharunya dapat ditoleransi.

Semua karakteristik itu memiliki pandanan yang tepat dalam kondisi sosial yang hendak dijelaskan oleh buku ini. Masyarakat mengembangkan respons negatif terhadap hukum pidana bukan karena hukum itu selalu salah, melainkan karena akumulasi pengalaman yang mengondisikan respons tersebut. Proses ini berlangsung bertahap. Begitu terbentuk, kondisi ini memperkuat dirinya sendiri. Dan sumbernya bukan semata serangan dari luar terhadap sistem hukum, melainkan kegagalan-kegagalan internal sistem itu sendiri yang menciptakan kondisi di mana kepercayaan tidak dapat tumbuh.

Teori yang sudah ada sinisme hukum, budaya hukum, kesadaran hukum, teori legitimasi. Masing-masing telah memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara Masyarakat dan hukum. Namun tidak ada diantara mereka yang dirancang untuk menjelaskan kondisi yang bersifat kumulatif dan self-reinforcing: kondisi Dimana berbagai dimensi erosi kepercayaan bekerja secara simultan dan saling memperkuat, sehingga setiap intervensi parsial cenderung dinetralisasi oleh dimensi yang tidak tersentuh. Itulah celah yang hendak diisi oleh teori alergi hukum.

Buku ini tidak menjanjikan bahwa jawabannya mudah. Tapi menjanjikan bahwa jawabannya penting dan bahwa memahaminya Adalah Langkah pertama yang tidak bisa lewati oleh siapapun yang ingin bicara serius tentang masa depan sistem peradilan pidana Indonesia, maupun tentang hubungan antara hukum dan masyarakat di era yang sedang kita jalani bersama ini.

Shipping & Delivery