Resensi

Seni Menata Keuangan

Oleh Pramesti Icha Rahmawati*

Buku “Budget Diary” ini membahas mengenai penataan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Berbicara menganai uang, yang mana uang adalah sebuah pondasi utama dalam kehidupan manusia untuk mencukupi kebutuhannya baik itu kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Namun, apakah semua kebutuhan yang sekiranya tidak penting harus kita beli? Atau bahkan membuang-buang uang untuk keperluan yang berlebihan? Merancang sebuah pendapatan memang tidaklah mudah, terkadang apa yang menjadi keinginan kita mampu mengubah rancangan pertama yang akan dipenuhi sebelumnya.

Tanpa kita sadari, dalam 24 jam pengeluaran seputar kebutuhan bisa lebih dari Rp.100.000, terkadang barang yang dibeli tidak ada manfaatnya dan hanya akan menghabiskan uang kita. Uang itu ibarat mata air yang kering, lalu muncul kembali pada saat hujan turun. Ketika sudah tiba saatnya menerima gaji, uang menjadi segalanya serta aset yang penting untuk membeli apapun yang kita inginkan, namun ketika uang tersebut sudah berada di penghujung akhir bulan jumlahnya mungkin sudah tidak bisa disisihkan dalam tabungan.

Sebuah pendapatan mulai dari anak sekolah, sudah bekerja, dan sudah menikah itu mempunyai pengertian yang berbeda-beda. Ketika anak sekolah mendapatkan uang saku itu menjadi kunci utama untuk belajar menata keuangan, menyisihkan sebagian uang sakunya agar dapat membeli barang yang diinginkan. Semakin menengah lagi ketika sudah bekerja, dimana pekerjaan yang dilakukan bisa menghasilkan pendapatan setiap bulannya. Lebih tinggi lagi yaitu ketika sudah menikah, gaji pendapatan suami dan istri lebih baik dipisahkan atau dengan kata lain jangan dikumpulkan menjadi satu, yaitu gaji suami sendiri dan gaji istri sendiri.

Lalu, masih inginkah kita mengering dengan kondisi keungan dan tidak mempunyai tabungan di masa depan? Tentu jawabannya “tidak”. Buku “Budget Diary” ini akan mengajarkan kita ketika masih menjadi anak sekolahan, bekerja, sudah berumah tangga, maupun yang sedang berjuang untuk mengumpulkan pundi-pundi uang demi masa depan yang akan datang, dimana kehidupan selanjutnya bahkan setelah menikah akan semakin bertambah dan besarnya pengeluaran bisa menjadi pemicu dalam kekeluargaan. Disini, kita bisa menulis seberapa besar pengeluaran dalam sehari. Pengeluaran dibedakan menjadi tiga, yaitu pengeluaran Crucial, Fundamental, dan Optimal.

Pengeluaran crucial merupakan pengeluaran kebutuhan di masa depan, yang meliputi tabungan, investasi, dana darurat, dan zakat. Pengeluaran Fundamental merupakan pengeluaran rutin untuk kebutuhan di masa sekarang di setiap bulannya, yang meliputi tagihan listrik, tagihan pam, tagihan BPJS, tagihan edukasi atau pendidikan, makan dan minum, serta non makan dan minum  seperti pakaian, biaya transportasi, gas elpiji, bensin, kebutuhan belajar, dan kebutuhan dalam suatu keluarga yang sifatnya menjadi penunjang. Sedangkan pengeluaran Crucial merupakan pengeluaran tidak rutin untuk memenuhi keinginan kita, seperti keinginan membeli barang-barang mewah padahal kita sudah memilikinya, kemudian membeli barang yang sama dengan orang di sekitar kita, selain itu ada keinginan untuk traveling, membeli makanan di luar.

Ketika kita tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, kehidupan di masa yang akan datang tidak akan bisa tertata dengan rapi. Sebuah keinginan terkadang membuat kita lupa dengan adanya susah payah untuk mencari sumber keuangan, melupakan bagaimana jatuh bangunnya dalam memajukan usaha bahkan investasi dengan beberapa orang. Di saat pikiran kita sudah membayangkan bahwa uang akan menjadikan kita kaya, tabungan pun tidak ada gunanya, maka akan hancur masa depan. Menabung merupakan sebuah hal yang harus di terapkan dalam diri seseorang, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Mengapa demikian? Dengan menabung kita akan bisa menata keuangan dengan baik, dan lebih memikirkan pola keuangan secara teratur.

Dari Buku “Budget Diary” ini diharapakan bisa membawa inspirasi untuk kita semua dalam menghadapi kesulitan keuangan. Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan cara kita membuat planning di tahun pertama sampai dengan beberapa tahun ke depan, misalkan saja di tahun ini mempunyai keinginan untuk membangun rumah, pada setiap bulannya goals apa yang harus diterapkan agar bisa mencapai keinginan tersebut. Pada bulan Januari mulai menerapkan tabungan senilai Rp.5.000 per hari, kemudian bulan Februari meningkat menjadi Rp.10.000 per hari, begitu pun selanjutnya sampai ke bulan Desember.

Goals yang sudah tertata dengan rapi menjadikan kita lebih mudah dalam memenuhi segala kebutuhan. Maka dari itu, budayakan menyisihkan uang meski nilainya hanya Rp.1.000, karena keuangan yang tertata mencerminkan orang yang pandai menentukan masa depannya.

Data Buku:

Judul: Budget Diary

Penulis: Wirastuti

Penerbit: Diomedia

Cetakan Pertama: Desember 2021

Tebal: 150 hal, 12×17 cm

ISBN: 978-623-5518-12-1

*Pramesti Icha Rahmawati, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia UIN Raden Mas Said Surakarta

Back to list

One thought on “Seni Menata Keuangan

  1. Suharno says:

    Membaca resensi buku sangat membantu untuk mengetahui curahan isi buku dari penulis. Penerbit Diomedia telah menjembatani khususnya bagi pembaca. Salut Diomedia ditengah era digital tetap mengedukasi masyarakat untuk menulis dan membaca. Terimakasih pula kepada para penulis resensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *