Ledta Gadis yang Tumbuh tanpa Pelukan
Rp 79.000,00 Original price was: Rp 79.000,00.Rp 71.100,00Current price is: Rp 71.100,00.
Ledta
Gadis yang Tumbuh tanpa Pelukan
Andika Ahmad Fajri
Ledta: Gadis yang Tumbuh tanpa Pelukan mengisahkan perjalanan batin seorang anak perempuan bernama Ledta yang harus tumbuh lebih cepat dari usianya akibat kehilangan dan perpisahan. Ledta menjalani masa kecil yang hangat di sebuah desa sederhana, dikelilingi cinta Ayah, Ibu, dan kakaknya, Ethan. Kehidupan keluarga kecil itu dipenuhi tawa, kebiasaan sederhana, dan rasa aman yang membuat Ledta percaya bahwa dunia selalu ramah.
Namun, dunia Ledta berubah drastis ketika Ayah meninggal secara tiba-tiba. Kehilangan itu menjadi luka pertama yang mengoyak masa kecilnya. Tak lama kemudian, demi bertahan hidup, Ibu harus pergi merantau ke kota, meninggalkan Ledta untuk tinggal bersama Kakek dan Nenek di desa. Sejak saat itu, Ledta harus belajar hidup tanpa pelukan yang dulu menenangkannya.
Di rumah Kakek dan Nenek, Ledta perlahan belajar beradaptasi. Ia mengenal arti keteguhan, kesabaran, dan kasih sayang yang hadir dalam bentuk berbeda. Namun, luka batin belum sepenuhnya sembuh ketika Ledta menghadapi kenyataan pahit di sekolah: ejekan, pengucilan, dan stigma sebagai anak yang βtidak punya Ayahβ dan ditinggalkan Ibu. Ledta memilih diam, menahan tangis tanpa suara, dan menyimpan luka sendirian.
Di tengah kesepian, Ledta menemukan cahaya kecil yang menuntunnya bertahan dari perhatian Kakek dan Nenek, kehadiran teman-teman, hingga keberanian untuk mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata. Perlahan, ia belajar bahwa kehilangan tidak selalu berarti kehancuran, dan cinta tidak benar-benar pergi, melainkan berubah bentuk.
Novel ini menutup perjalanan Ledta dengan pemahaman baru tentang arti keluarga, penerimaan diri, dan kekuatan untuk terus melangkah meski luka masih membekas. Ledta: Gadis yang Tumbuh tanpa Pelukan adalah kisah reflektif tentang duka, keteguhan, dan harapan tentang seorang anak yang belajar menemukan cahaya di antara luka-luka hidupnya.
