Mengarak Liong  Menyemai Identitas  Kebudayaan Komuniti Tionghoa di Semarang Pasca Orde Baru
Mengarak Liong Menyemai Identitas Kebudayaan Komuniti Tionghoa di Semarang Pasca Orde Baru Original price was: Rp 90.000,00.Current price is: Rp 81.000,00.
Back to products
Dalam Dekapan Zaman Memoar Pegiat Harmoni Bumi
Dalam Dekapan Zaman Memoar Pegiat Harmoni Bumi Original price was: Rp 145.000,00.Current price is: Rp 120.000,00.

Serpihan Kisah Masa Pandemi

(1165 customer reviews)

Original price was: Rp 50.000,00.Current price is: Rp 40.000,00.

Serpihan Kisah Masa Pandemi

 

Nawa Retnaningsih, S.Si.

Category:
Description

Puisi-puisi hadir di buku ini menarasikan kenangan tak kunjung padam. Selalu terkenang, selalu terkisah. Derai puisi mulai dari: Kisah Bersamamu, Kenangan Selo Ondo, Mengingatkanmu, Perpisahan, Penghujung Ramadhan       , Lebaran Yang Sunyi, Menyepi Dalam Kesendirian, Kisah Tercecer di 75 Tahun Indonesi Merdeka, Pertunjukan Kecil Di Atas Panggung-Nya, Pintu Rezeki, Surat Cinta Untuk Putriku, Irama Pagi, Nikmat Kebebasan, Kerinduan, Suara Hati, Kepergianmu, Mengingat Kepergianmu, My Journay Today, Perayaan Dalam Kesepian, Perayaan, Nikmat Mana Yang Engkau Dustakan, Aku Merindukanmu, Ketika Angin Menyapa Padi, Aku Merindumu, 20 Tahun Kebersamaan, 19 Tahun Usiamu, Pengembaraan Angan,         

Jiwa Yang Lelah, Perpisahan, 50 Tahun Usiaku.

Nuansa lembut teriring ingatan kepada yang dicinta sebagai belahan hati, untuk selalu memberi semangat hidup, mengejar cita-cita mulia. Juga rasa syukur atas umur yang diperoleh. Kenikmatan inilah yang selalu disyukuri sebagai manifestasi rindu juga telah redanya serpihan masa kelam itu ketika pandemi telah berakhir.

Bait-bait puisi di buku ini seolah menjadi laku tiap manusia di bumi agar senantiasa menghargai diri dengan terus mengembangkan diri.

Reviews (1165)

1165 reviews for Serpihan Kisah Masa Pandemi

There are no reviews yet.

Be the first to review “Serpihan Kisah Masa Pandemi”
Shipping & Delivery